AALI
9950
ABBA
408
ABDA
0
ABMM
1560
ACES
1260
ACST
240
ACST-R
0
ADES
2990
ADHI
1075
ADMF
7800
ADMG
202
ADRO
1935
AGAR
328
AGII
1475
AGRO
2230
AGRO-R
0
AGRS
186
AHAP
73
AIMS
432
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1080
AKRA
4330
AKSI
400
ALDO
860
ALKA
238
ALMI
248
ALTO
280
Market Watch
Last updated : 2021/12/09 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
509.28
0.9%
+4.55
IHSG
6643.93
0.61%
+40.13
LQ45
952.51
0.73%
+6.92
HSI
24263.66
1.11%
+266.79
N225
28725.47
-0.47%
-135.15
NYSE
16899.92
0.28%
+46.35
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,345
Emas
823,818 / gram

WhatsApp Dituduh Bisa Baca Pesan Pengguna, Ini Penjelasan Manajemen

ECOTAINMENT
Fikri Kurniawan/Sindonews
Jum'at, 10 September 2021 09:08 WIB
Isu ini muncul di permukaan berdasarkan laporan dari organisasi nirlaba, ProPublica.
WhatsApp Dituduh Bisa Baca Pesan Pengguna, Ini Penjelasan Manajemen (FOTO:MNC Media)
WhatsApp Dituduh Bisa Baca Pesan Pengguna, Ini Penjelasan Manajemen (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Sekarang ini masyarakat dibuat ramai lantaran aplikasi WhatsApp dituding bisa membaca pesan yang dikirimkan oleh penggunanya. Padahal, selama ini WhatsApp menggaungkan sebagai aplikasi yang dilindungi oleh enkripsi end-to-end. 

Isu ini muncul di permukaan berdasarkan laporan dari organisasi nirlaba, ProPublica. Laporan itu menyebutkan bahwa Facebook dan WhatsApp bisa membaca pesan pengguna. 

ProPublica digadang berhasil mengungkap bahwa WhatsApp memiliki lebih dari 1.000 karyawan kontrak di Austin, Texas, Dublin, dan Singapura, yang bertugas untuk memeriksa setiap konten yang dilaporkan oleh penggunanya. 

Sementara itu, Mengutip dari XDA Developer, Kamis (9/9/2021), Director of Communications WhatsApp, Carl Woog, mengakui bahwa perusahaannya memiliki tim karyawan kontrak yang tugasnya meninjau pesan yang dilaporkan pengguna untuk mengidentifikasi dan memblokir pelanggaran yang parah. 

Namun, Woog menegaskan bahwa tugasnya tak lebih dari itu, dan tim tersebut tidak menggunakan istilah moderator konten. Mereka bekerja menggunakan software khusus buatan Facebook. 

Cara kerjanya dengan menyaring jutaan pesan, foto dan video yang telah dilaporkan oleh pengguna, kemudian diteruskan ke sistem yang dibekali kecerdasan buatan. Karyawan kontrak ini kemudian memutuskan apakah konten itu melanggar aturan atau tidak. 

Sebenarnya karena WhatsApp menonjolkan bahwa aplikasinya dilindungi enkripsi, sistem AI mereka tidak bisa secara otomatis memindai semua pesan, foto, dan video seperti di Facebook dan Instagram yang tidak dienkripsi. 

Artinya, karyawan kontrak WhatsApp hanya bisa melihat konten yang telah dilaporkan oleh pengguna. Ketentuan ini telah dijabarkan WhatsApp di kolom FAQ, tentang memblokir dan melaporkan kontak. 

Tapi menurut ProPublica, sistem pelaporan ini telah melanggar privasi pengguna WhatsApp. Aplikasi diyakini bisa mengumpulkan informasi tambahan seperti nama grup yang diikuti pengguna, nomor telepon, foto profil, pesan status, level baterai ponsel, bahasa, dan zona waktu. Bahkan, ID unik ponsel dan alamat IP, serta akun Facebook dan Instagram, dan lainnya juga bisa diketahui. 

Merespon laporan tersebut, WhatsApp dan Facebook menilai ProPublica salah paham dalam laporannya. WhatsApp menjelaskan saat pengguna menggunakan fitur Report, pesan memang langsung diteruskan ke pihak Facebook, tapi tidak ada privasi yang dilanggar karena proses ini mirip seperti meneruskan pesan ke orang lain, dan pesan sudah tidak lagi dienkripsi. 

Sebab, dengan enkripsi end-to-end, pesan yang dikirimkan di WhatsApp hanya bisa diakses oleh pengirim dan penerima. WhatsApp menegaskan pihaknya dan orang lain di luar percakapan tidak bisa melihat isi pesan yang dikirim.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD