AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2022/01/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.30
-0.48%
-2.43
IHSG
6645.05
-0.72%
-48.35
LQ45
948.02
-0.52%
-4.93
HSI
24218.03
-0.68%
-165.29
N225
28333.52
0.74%
+209.24
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,835
USD/IDR 14,305
Emas
837,181 / gram

Bareskrim Polri Resmi Tetapkan Ferdinand Hutahean Tersangka Ujaran Kebencian

FOTO
Aldhi Chandra Setiawan
Selasa, 11 Januari 2022 07:16 WIB
Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri resmi menetapkan Ferdinand Hutahaen sebagai tersangka kasus ujaran kebencian.
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan saat memberikan penjelasan kepada wartawan terkait kasus ujaran kebencian Ferdinand Hutahean.
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan saat memberikan penjelasan kepada wartawan terkait kasus ujaran kebencian Ferdinand Hutahean.
Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan saat memberikan penjelasan kepada wartawan terkait kasus ujaran kebencian Ferdinand Hutahean. Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan saat memberikan penjelasan kepada wartawan terkait kasus ujaran kebencian Ferdinand Hutahean. Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan saat memberikan penjelasan kepada wartawan terkait kasus ujaran kebencian Ferdinand Hutahean.

IDXChannel - Karopenmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan (tengah) saat memberikan penjelasan kepada wartawan terkait kasus ujaran kebencian Ferdinand Hutahean di Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (11/1/2022).

Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri resmi menetapkan Ferdinand Hutahaen sebagai tersangka kasus ujaran kebencian terhadap suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Ferdinand Hutahean ditetapkan sebagai tersangka setelah melakukan pemeriksaan selama 11 jam oleh tim penyidik dari Direktorat Tindak Pidana Siber (Dirtipid Siber) Mabes Polri.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan polisi menggunakan pasal ujaran kebencian bernuansa SARA dengan ancaman penjara 10 tahun.

Ramadhan merinci penyidik menggunakan Pasal 14 ayat (1) dan (2) KUHP dan Pasal 45 ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronika (ITE).

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD