AALI
9900
ABBA
392
ABDA
0
ABMM
1465
ACES
1240
ACST
234
ACST-R
0
ADES
2850
ADHI
1035
ADMF
7725
ADMG
192
ADRO
1815
AGAR
340
AGII
1520
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
175
AHAP
67
AIMS
460
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
905
AKRA
4120
AKSI
420
ALDO
1050
ALKA
244
ALMI
234
ALTO
258
Market Watch
Last updated : 2021/12/02 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
504.81
1.33%
+6.61
IHSG
6547.72
0.62%
+40.04
LQ45
943.05
1.24%
+11.51
HSI
23713.36
0.23%
+54.44
N225
27750.67
-0.66%
-184.95
NYSE
16133.89
-1.13%
-185.08
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,350
Emas
821,360 / gram

Halo Netflix Cs, Jangan Lupa Per 1 Januari 2021 Bayar Pajak Ya!

IDXTAINMENT
Rina Anggraeni
Senin, 28 Desember 2020 17:45 WIB
Pemerintah melalui Direktur Jenderal Pajak menunjuk enam perusahaan serta mencabut satu badan usaha sebagai pemungut Pajak Pertambahan Nilai produk digital
Halo Netflix Cs, Jangan Lupa Per 1 Januari 2021 Bayar Pajak Ya!. (Foto: MNC Media)
Halo Netflix Cs, Jangan Lupa Per 1 Januari 2021 Bayar Pajak Ya!. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Pemerintah melalui Direktur Jenderal Pajak (DJP) menunjuk enam perusahaan serta mencabut satu badan usaha sebagai pemungut Pajak Pertambahan Nilai (PPN) produk digital luar negeri yang dijual kepada pelanggan di Indonesia.

Disebutkan dalam keterangan DJP bahwa enam pelaku usaha yang ditunjuk sebagai pemungut PPN produk digital luar negeri yaitu Etsy Ireland Unlimited Company, Proxima Beta Pte. Ltd., Tencent Mobility Limited, Tencent Mobile International Limited, Snap Group Limited, dan Netflix Pte. Ltd.

Diungkapkan Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat, Hestu Yoga, dengan penunjukkan ini maka sejak 1 Januari 2021 para pelaku usaha tersebut akan mulai memungut PPN atas produk dan layanan digital luar negeri yang mereka jual kepada konsumen di Indonesia.

“PT Fashion Eservices Indonesia atau lebih dikenal sebagai Zalora dicabut statusnya sebagai pemungut PPN,” ungkap Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat, Hestu Yoga Saksama di Jakarta, kepada reporter Rina Anggraeni, Senin (27/12/2020)

Sementara itu, pencabutan tersebut sesuai permohonan wajib pajak. Pihak Zalora telah mengusulkan nama anak perusahaan lain yang secara proses bisnis lebih tepat untuk ditunjuk sebagai pemungut PPN atas produk digital dari luar negeri.

Penunjukkan enam perusahaan dan pencabutan satu badan usaha sebagai pemungut PPN maka hingga hari ini terdapat 51 pelaku usaha pemungut PPN produk digital luar negeri. "DJP terus mengidentifikasi dan aktif menjalin komunikasi dengan sejumlah perusahaan lain yang menjual produk digital luar negeri ke Indonesia," pungkasnya.

Upaya yang dilakukan DJP tersebut dalam rangka sosialisasi dan mengetahui kesiapan mereka sehingga diharapkan dalam waktu dekat jumlah pelaku usaha yang ditunjuk sebagai pemungut PPN produk digital luar negeri akan terus bertambah. (*)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD