AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
17132.22
0.29%
+49.07
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
813,779 / gram

Microsoft Konfirmasi Beli Tiktok Rp441 Triliun, Trump Tetap Blokir

IDXTAINMENT
Fahmi Abidin
Senin, 03 Agustus 2020 11:00 WIB
Pemerintah AS menganggap TikTok berisiko untuk keamanan negara tersebut, karena potensi ancaman terhadap intelijen
Microsoft Konfirmasi Beli Tiktok Rp441 Triliun, Trump Tetap Blokir. (Foto: Ist)
Microsoft Konfirmasi Beli Tiktok Rp441 Triliun, Trump Tetap Blokir. (Foto: Ist)

IDXChannel - Microsoft mengonfirmasi rencana pembelian TikTok di Amerika Serikat (AS), sebelumnya ByteDance diketahui menghargai TikTok lebih dari USD30 miliar atau setara Rp441 triliun (dengan kurs Rp14.700 per USD). Meski demikian, Presiden Donald Trump tetap akan blokir aplikasi asal China tersebut.

Dalam sebuah pernyataan, Microsoft akan terus bekerja dengan pemerintah AS untuk mengakhiri pembicaraan pada 15 September dalam hal pembelian. Sejatinya Presiden Trump dengan lantang menentang gagasan perusahaan yang didirikan Bill Gates itu membeli TikTok.

“Microsoft mungkin menawarkan investor Amerika lainnya untuk terlibat dalam akuisisi ini. Meskipun kami tidak mengomentari rumor atau spekulasi, kami yakin akan keberhasilan jangka panjang TikTok,” demikian pernyataan perwakilann TikTol dikutip dari Businerss Insider, Minggu (2/8/2020).

Sebelumnya, Trump mengatakan bahwa pemerintah AS menganggap TikTok berisiko untuk keamanan negara tersebut, karena potensi ancaman terhadap intelijen dan masalah privasi warga negara Amerika Serikat dan kepentingan nasional negari adikuasa tersebut.

Langkah Trump ini ditempuh menyusul adanya tinjauan dari Komite Investasi Asing (CFIUS) di AS, yang menyelidiki kesepakatan-kesepakatan yang berdampak ke keamanan nasional AS. Melihat hal tersebut, Sejumlah pengguna TikTok pun menentang apa yang akan dilakukan Trump, namun sejauh ini belum ada perubahan tentang akan dihentikannya operasional aplikasi tersebut di Amerika Serikat. (*)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD