AALI
9300
ABBA
278
ABDA
0
ABMM
2470
ACES
690
ACST
161
ACST-R
0
ADES
6225
ADHI
775
ADMF
8200
ADMG
175
ADRO
3130
AGAR
312
AGII
2310
AGRO
855
AGRO-R
0
AGRS
119
AHAP
107
AIMS
248
AIMS-W
0
AISA
146
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1620
AKRA
1200
AKSI
274
ALDO
770
ALKA
300
ALMI
290
ALTO
194
Market Watch
Last updated : 2022/08/05 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
536.59
0.44%
+2.37
IHSG
7084.66
0.39%
+27.31
LQ45
1007.80
0.4%
+4.03
HSI
20201.94
0.14%
+27.90
N225
28175.87
0.87%
+243.67
NYSE
0.00
-100%
-15267.16
Kurs
HKD/IDR 545
USD/IDR 14,925
Emas
858,734 / gram

Microsoft Konfirmasi Beli Tiktok Rp441 Triliun, Trump Tetap Blokir

IDXTAINMENT
Fahmi Abidin
Senin, 03 Agustus 2020 11:00 WIB
Pemerintah AS menganggap TikTok berisiko untuk keamanan negara tersebut, karena potensi ancaman terhadap intelijen
Microsoft Konfirmasi Beli Tiktok Rp441 Triliun, Trump Tetap Blokir. (Foto: Ist)
Microsoft Konfirmasi Beli Tiktok Rp441 Triliun, Trump Tetap Blokir. (Foto: Ist)

IDXChannel - Microsoft mengonfirmasi rencana pembelian TikTok di Amerika Serikat (AS), sebelumnya ByteDance diketahui menghargai TikTok lebih dari USD30 miliar atau setara Rp441 triliun (dengan kurs Rp14.700 per USD). Meski demikian, Presiden Donald Trump tetap akan blokir aplikasi asal China tersebut.

Dalam sebuah pernyataan, Microsoft akan terus bekerja dengan pemerintah AS untuk mengakhiri pembicaraan pada 15 September dalam hal pembelian. Sejatinya Presiden Trump dengan lantang menentang gagasan perusahaan yang didirikan Bill Gates itu membeli TikTok.

“Microsoft mungkin menawarkan investor Amerika lainnya untuk terlibat dalam akuisisi ini. Meskipun kami tidak mengomentari rumor atau spekulasi, kami yakin akan keberhasilan jangka panjang TikTok,” demikian pernyataan perwakilann TikTol dikutip dari Businerss Insider, Minggu (2/8/2020).

Sebelumnya, Trump mengatakan bahwa pemerintah AS menganggap TikTok berisiko untuk keamanan negara tersebut, karena potensi ancaman terhadap intelijen dan masalah privasi warga negara Amerika Serikat dan kepentingan nasional negari adikuasa tersebut.

Langkah Trump ini ditempuh menyusul adanya tinjauan dari Komite Investasi Asing (CFIUS) di AS, yang menyelidiki kesepakatan-kesepakatan yang berdampak ke keamanan nasional AS. Melihat hal tersebut, Sejumlah pengguna TikTok pun menentang apa yang akan dilakukan Trump, namun sejauh ini belum ada perubahan tentang akan dihentikannya operasional aplikasi tersebut di Amerika Serikat. (*)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD