AALI
8125
ABBA
585
ABDA
0
ABMM
1300
ACES
1295
ACST
262
ACST-R
0
ADES
2380
ADHI
720
ADMF
7575
ADMG
228
ADRO
1265
AGAR
400
AGII
1705
AGRO
2840
AGRO-R
0
AGRS
228
AHAP
59
AIMS
426
AIMS-W
0
AISA
218
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
620
AKRA
3520
AKSI
440
ALDO
625
ALKA
232
ALMI
246
ALTO
308
Market Watch
Last updated : 2021/07/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
443.94
-0.82%
-3.69
IHSG
6092.66
-0.07%
-4.39
LQ45
831.55
-0.75%
-6.27
HSI
25113.94
0.11%
+27.51
N225
27620.68
-1.25%
-349.54
NYSE
16520.96
-0.27%
-44.35
Kurs
HKD/IDR 1,860
USD/IDR 14,485
Emas
840,417 / gram

Resmi Dilantik, Ini Dia Profil 2 Menteri dan 2 Pejabat Negara

MARKET NEWS
Shifa Nurhaliza
Kamis, 29 April 2021 08:42 WIB

IDXChannel - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melantik sejumlah dua menteri baru dan dua pejabat negara baru pada Rabu (28/4/2021) sore. Hal ini dilakukan seiring adanya penggabungan Kemenristek ke dalam Kemendikbud serta pembentukan Kementerian Investasi.

Nadiem Anwar Makarim dikabarkan tetap dipertahankan Jokowi sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek). Lalu, Bahlil Lahadalia menjadi Menteri Investasi dari sebelumnya menjabat Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

kemudian, muncul ke permukaan nama Laksana Tri Handoko yang akan dilantik Jokowi sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Handoko saat ini menjabat Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Nama Indriyanto Seno Adjie juga muncul dari daftar yang akan dilantik sore ini.

Adapun profil dari ketiga calon Menteri yang akan dilantik Presiden Jokowi sore ini yakni:

1. Bahlil Lahadalia

- Pria kelahiran Banda, Maluku 7 Agustus 1976 
- Saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).
- Menempuh pendidikan tinggi di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Port Numbay, Jayapura, Papua.
- Sebelum menjadi Kepala BKPM, Bahlil pernah menjadi karyawan di bank selama enam bulan
- Saat sekolah menengah, ia sempat menjadi kondektur hingga part time menjadi sopir angkot

2. Nadiem Makarim

- Lahir di Singapura pada 4 April 1984. 
- Lulusan Brown University dan meraih gelar MBA di Harvard University.
- Nadiem memulai kariernya di McKinsey & Company sebagai konsultan manajemen di Jakarta.
- Pada 2010, Nadiem menciptakan perusahaan decacorn yang dikenal dengan nama Gojek. Saat ini, Gojek telah berubah menjadi super app yang menyediakan lebih dari 20 layanan.
- Pada 2016 Nadiem menerima penghargaan The Straits Times Asian of the Year dan merupakan orang Indonesia pertama yang menerima penghargaan tersebut sejak pertama kali didirikan pada 2012.
- Nadiem juga berhasil masuk ke daftar inovator tahunan Bloomberg 50 pada 2018. Bloomberg menilai bahwa tidak ada platform teknologi lain (aplikasi) yang mengubah kehidupan orang Indonesia secepat dan seintegrasikan Gojek.
- Pada 2017, Gojek juga berhasil masuk ke 50 Perusahaan Teratas Fortune yang Mengubah Dunia dan mendapat peringkat ke 17 di seluruh dunia.
- Pada 2019, Gojek sekali lagi berhasil masuk ke 50 Perusahaan Top Fortune yang Mengubah Dunia, dan merupakan satu-satunya perusahaan Asia Tenggara yang dimasukkan dua kali dalam daftar - tahun ini melonjak ke peringkat 11 dari 52 perusahaan global.

3. Laksana Tri Handoko

- Lahir di Lawang, Malang pada 7 Mei 1968.
- Handoko merupakan satu diantara fisikawan teori Indonesia yang berfokus penelitian teori fisika partikel.
- Handoko juga merupakan satu diantara penggagas Grup Fisikawan Teoritik Indonesia dan Masyarakat Komputasi Indonesia.
- Handoko dilantik menjadi Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pada 31 Mei 2018.
- Sebelumnya, ia menjabat sebagai Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Teknik (IPT) LIPI sejak 2014.
- Handoko memulai kariernya sebagai peneliti di Pusat Penelitian Fisika tahun 1987.
- Sempat menjadi Kepala Grup Fisika Teori dan Komputasi Pusat Penelitian Fisika di tahun 2002 hingga 2012.
- Kemudian Handoko menjabat Kepala Pusat Penelitian Informatika LIPI pada 2012 hingga 2014.

4. Indriyanto Seno Adjie

- Lahir di Jakarta, 11 November 1957.
- Indriyanto lebih aktif sebagai advokat dan dosen di beberapa perguruan tinggi. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana hukum di Universitas Indonesia pada 1982.
- Sempat menjadi Plt Wakil Ketua KPK menggantikan Wakil Ketua KPK sebelumnya, Busyro Muqaddas yang habis masa jabatannya pada 16 Desember 2014.
- Guru besar ilmu hukum ini juga pernah menjadi konsultan ahli di Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN).
- Lalu, menjadi anggota tim persiapan pembentukan Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.
- Selain itu, Indriyanto juga sebagai pengajar di beberapa perguruan tinggi. Seperti di Program Pascasarjana Universitas Indonesia bidang Ilmu Hukum, Program Magister Hukum Universitas Krisnadwipayana, Program Pascasarjana Universitas Pelita Harapan, dan Program Sarjana Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian.

Resmi Dilantik, Ini Dia Profil 2 Menteri dan 2 Pejabat Negara. (Foto: Tim Digital Marketing IDX Channel)
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD