AALI
9600
ABBA
244
ABDA
0
ABMM
2330
ACES
785
ACST
168
ACST-R
0
ADES
7000
ADHI
810
ADMF
8050
ADMG
175
ADRO
2910
AGAR
324
AGII
2070
AGRO
695
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
150
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1495
AKRA
1045
AKSI
300
ALDO
835
ALKA
294
ALMI
0
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/06/29 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.95
-0.31%
-1.65
IHSG
6975.12
-0.3%
-21.34
LQ45
1004.45
-0.32%
-3.19
HSI
22186.19
-1.04%
-232.78
N225
26759.99
-1.07%
-289.48
NYSE
14667.32
-1.13%
-167.98
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,835
Emas
868,327 / gram

5 Kisah Sukses Pengusaha di Desa, Jadi Jutawan Tanpa Merantau

INSPIRATOR
Ratih Ika Wijayanti/SEO
Jum'at, 24 Juni 2022 09:52 WIB
Beberapa kisah sukses pengusaha di desa menarik untuk diketahui. Para pengusaha ini berhasil menjadi jutawan tanpa perlu meninggalkan kampung halaman. 
5 Kisah Sukses Pengusaha di Desa, Jadi Jutawan Tanpa Merantau. (Foto: binaswadaya.org)
5 Kisah Sukses Pengusaha di Desa, Jadi Jutawan Tanpa Merantau. (Foto: binaswadaya.org)

IDXChannel – Beberapa kisah sukses pengusaha di desa menarik untuk diketahui. Para pengusaha ini berhasil menjadi jutawan tanpa perlu meninggalkan kampung halaman. 
Diakui atau tidak, sebagian besar masyarakat masih beranggapan bahwa kesuksesan hanya ada di kota besar. Tak heran, banyak orang berbondong-bondong ke kota untuk mengadu nasib dan peruntungan mereka. 

Akan tetapi, beberapa pengusaha ini justru berhasil mengembangkan bisnisnya di desa. Siapakah mereka? Simak ulasan IDXChannel mengenai kisah sukses pengusaha di desa berikut ini!

5 Kisah Sukses Pengusaha di Desa

Lima pengusaha ini mampu membuktikan bahwa kesuksesan tidak hanya ada di kota dan bisa mereka dapatkan meski tinggal di desa. Siapa saja mereka? Berikut daftarnya!

1. Ulus Pirmawan dari Lembang

Ulus Pirmawan merupakan seorang pengusaha di bidang pertanian yang berasal dari Kampung Gondok, Lembang, Bandung Barat. Keterbatasan ekonomi membuat Ulus tak melanjutkan pendidikannya ke jenjang SMP. Ia pun memilih untuk menekuni pertanian yang memang telah dilakukan oleh orangtuanya sejak dulu. Ia pun menggarap lahan pertanian miliknya sendiri. 

Tekadnya yang kuat dan semangatnya dalam menghasilkan produk pertanian yang memuaskan konsumen berhasil mengantarkannya menjadi pengusaha sukses. Ia berhasil memanen buncis super yang kemudian dijualnya ke kota-kota besar. Tak hanya itu, buncis super tersebut pun berhasil diekspor ke luar negeri sejak 1995. Ia pun berhasil memperoleh penghargaan Food Agriculture Organisation (FAO) sebagai petani teladan pada 2017 lalu. 

2. Aang Permana dari Cianjur

Aang Permana juga pemuda desa yang berhasil menjadi pengusaha sukses di sektor pengolahan ikan. Ia berasal dari Cianjur dan rumahnya dekat dengan Waduk Cirata yang dikenal sebagai penghasil ikan seperti ikan petek. Meski memiliki kandungan protein dan kalsium yang tinggi, ikan-ikan dari Waduk Cirata hanya dijadikan pakan ternak. Melihat peluang itu, Aang Permana pun melakukan inovasi dengan dengan membuat produk ikan crispy yang diberinya label “Sipetek.”

Usahanya ini menuai keberhasilan. Produk ikan crispy-nya laris manis terjual hingga ke Aceh, Papua, bahkan luar negeri seperti Malaysia, Singapura, Beijing, Hong Kong, hingga Arab Saudi. Kerja keras dan keberhasilannya membuatnya memperoleh juara 1 Wirausaha Sosial dari INOTEK Sampoerna Indonesia pada 2016 dan Kick Andy Young Hero 2017. 

3. Andris Wijaya dari Garut

Kisah sukses pengusaha di desa berikutnya adalah kisah Andris Wijaya. Ia merupakan pengusaha sukses yang berasal dari Garut, Jawa Barat. Meski dirinya merupakan lulusan teknik mesin, namun ia memilih untuk menjadi seorang pengusaha beras. Bisnis beras ini bermula dari ayahnya yang merupakan seorang penjual beras curah. 

Andris yang merasa bahwa beras Garut memiliki kualitas yang baik ini pun memiliki ide untuk mengolahnya menjadi produk yang inovatif. Ia membuat produk yang diberinya nama Nasi Liwet Instan 1001. Meski pada awalnya sempat ditolak oleh beberapa toko, namun kini bisnisnya berhasil berkembang pesat. Andris bahkan bisa mengantongi omzet hingga mencapai Rp40 juta per hari atau Rp1 miliar per bulannya. 

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD