AALI
9625
ABBA
220
ABDA
0
ABMM
2380
ACES
790
ACST
168
ACST-R
0
ADES
7650
ADHI
810
ADMF
8100
ADMG
173
ADRO
2950
AGAR
324
AGII
2040
AGRO
760
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1545
AKRA
1060
AKSI
290
ALDO
845
ALKA
300
ALMI
292
ALTO
200
Market Watch
Last updated : 2022/06/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.35
-0.76%
-4.11
IHSG
6973.11
-0.61%
-42.95
LQ45
1003.13
-0.75%
-7.60
HSI
22051.08
-0.8%
-178.44
N225
27002.66
0.49%
+131.39
NYSE
14835.30
0.16%
+23.75
Kurs
HKD/IDR 1,884
USD/IDR 14,799
Emas
867,947 / gram

8 Kisah Pengusaha Sukses dari Nol di Indonesia yang Bisa Membuat Anda Termotivasi

INSPIRATOR
Mohammad Yan Yusuf
Jum'at, 24 Juni 2022 12:43 WIB
Beberapa kisah pengusaha sukses dari nol di Indonesia ini bisa menjadi insipirasi dan memotivasi Anda. Mereka bermodal ulet dan tekun dalam mengembangkan usaha.
8 Kisah Pengusaha Sukses dari Nol di Indonesia yang Bisa Membuat Anda Termotivasi. (foto : MNC media)
8 Kisah Pengusaha Sukses dari Nol di Indonesia yang Bisa Membuat Anda Termotivasi. (foto : MNC media)

IDXChannel - Beberapa kisah pengusaha sukses dari nol di Indonesia ini bisa menjadi insipirasi dan memotivasi Anda. 

Sebab, mereka bekerja keras hingga membuat dirinya layak menjadi kisah pengusaha sukses dari nol di Indonesia karena perjuanganya. 

Lalu siapa saja kisah pengusaha sukses dari nol di Indonesia? Yuk intip penjelasannya. 

1. Sudono Salim

Pendiri Indofood, BCA, dan Bogasari merupakan pengusaha sukses dari nol di Indonesia.

Ia merupakan imigran dari negeri Tiongkok dan berhasil membangun bisnisnya di sini.

Pria yang bernama asli Liem Sioe Liong ini pergi ke Surabaya menghindari konflik negaranya.

Sempat menggelandang, Sudono lantas merintis bandar cengkeh yang saat itu cukup sukses. 

Bisnis tersebut tidak bertahan lama karena Indonesia dijajah Jepang.

Barulah saat Indonesia merdeka dan kondisi ekonomi saat itu lagi sulit, Sudono Salim mendirikan Central Bank Asia atau sekarang dikenal BCA (Bank Central Asia).

Dari sana, beliau melebarkan bisnisnya pada produksi pangan (Bogasari) dan makanan olahan mie (Indomie) hingga sekarang.

2. Dato Sri Tahir

Pendiri Mayapada Group ini begitu menginspirasi, ia terlahir dari keluarga dengan latar belakang ekonomi menengah.

Ayahnya bekerja sebagai tukang becak, sedangkan ibunya adalah pemilik toko pakaian. 

Tahir kecil bercita-cita jadi dokter, namun impian itu harus kandas saat ayahnya sakit dan biaya ekonomi keluarga menipis.

Sejak saat itu, Tahir lebih fokus untuk melanjutkan usaha ayahnya sebagai tukang becak dan tidak melanjutkan pendidikan hingga perkuliahan. 

Namun dengan kegigihannya, Tahir mendapatkan beasiswa hingga melanjutkan ke sekolah bisnis di Nanyang Technological University, Singapura. 

Setelah lulus, Tahir membuka bisnis garmen dan cukup sukses.

Pada tahun 1986, Tahir memasuki bisnis keuangan dengan mendirikan Mayapada Group dan Bank Mayapada menjadi andalannya. 

Saat terjadi krisis moneter pada tahun 1998, Bank Mayapada tetap berdiri dan kini bisnisnya sudah masuk pasar saham Bursa Efek Jakarta.

Halaman : 1 2 3 4
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD