AALI
9550
ABBA
240
ABDA
0
ABMM
2340
ACES
780
ACST
169
ACST-R
0
ADES
7075
ADHI
805
ADMF
8075
ADMG
175
ADRO
2930
AGAR
324
AGII
2070
AGRO
690
AGRO-R
0
AGRS
123
AHAP
57
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
150
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1540
AKRA
1045
AKSI
298
ALDO
835
ALKA
294
ALMI
0
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/06/29 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
534.90
-0.5%
-2.71
IHSG
6965.80
-0.44%
-30.66
LQ45
1002.71
-0.49%
-4.93
HSI
22186.19
-1.04%
-232.78
N225
26759.99
-1.07%
-289.48
NYSE
14667.32
-1.13%
-167.98
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,835
Emas
867,540 / gram

Soal Wacana Cuti 6 Bulan, Pengusaha Siasati Pekerjanya Jadi Pegawai Kontrak

MILENOMIC
Advenia Elisabeth/MPI
Kamis, 23 Juni 2022 14:17 WIB
Pengusaha merasa keberatan dengan RUU Kesejahteraan Ibu dan Anak (KIA) yang memuat pasal mengenai hak cuti melahirkan 6 bulan dan cuti suami selama 40 hari.
Soal Wacana Cuti 6 Bulan, Pengusaha Siasati Pekerjanya Jadi Pegawai Kontrak. (Foto: MNC Media)
Soal Wacana Cuti 6 Bulan, Pengusaha Siasati Pekerjanya Jadi Pegawai Kontrak. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - RUU Kesejahteraan Ibu dan Anak (KIA) memuat pasal mengenai hak cuti melahirkan 6 bulan dan cuti suami selama 40 hari. Meski belum disahkan, wacana tersebut sudah bikin ketar-ketir pengusaha. 

Ketua Umum Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi) DKI Jakarta Sarman Simanjorang meminta Pemerintah dan DPR melakukan kajian dan evaluasi yang mendalam dan konfrehensif sebelum menetapkan UU tersebut. Menurutnya, psikologi pengusaha harus dijaga karena merekalah yang akan menjalankan kebijakan ini, sehingga memiliki kesiapan dan kemampuan jika RUU itu disahkan.

"Dalam UU No.13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan sudah diatur hak cuti hamil selama tiga bulan, dan sudah berjalan hampir 19 tahun, pelaku usaha menjalankan aturan tersebut dengan konsisten," kata Sarman dalam keterangan tertulis yang diterima MNC Portal Indonesia, Jumat (23/5/2022).

Sarman menegaskan, wacana cuti hamil selama enam bulan dan cuti suami 40 hari harus mempertimbangkan dari berbagai aspek. Mulai tingkat produktivitas, kemampuan pelaku usaha, dan dampak terhadap pelaku UMKM.

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD