AALI
9725
ABBA
224
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1480
ACST
280
ACST-R
0
ADES
1665
ADHI
1165
ADMF
8075
ADMG
167
ADRO
1185
AGAR
428
AGII
1095
AGRO
910
AGRO-R
0
AGRS
570
AHAP
71
AIMS
494
AIMS-W
0
AISA
274
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
585
AKRA
3240
AKSI
785
ALDO
870
ALKA
242
ALMI
236
ALTO
318
Market Watch
Last updated : 2021/05/07 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
468.07
-0.98%
-4.61
IHSG
5928.31
-0.7%
-41.93
LQ45
880.72
-0.93%
-8.22
HSI
28610.65
-0.09%
-26.81
N225
29357.82
0.09%
+26.45
NYSE
0.00
-100%
-16348.41
Kurs
HKD/IDR 1,838
USD/IDR 14,290
Emas
835,733 / gram

Anjuran Nabi Muhammad SAW Ketika Berbisnis, Uang Bukan Patokan Kesuksesan

INSPIRATOR
Fariza Rizki/okezone
Senin, 03 Mei 2021 05:26 WIB
Selain itu, pengusaha juga harus bersiap diri ketika sudah mendapatkan kekayaan besar.
Anjuran Nabi Muhammad SAW Ketika Berbisnis, Uang Bukan Patokan Kesuksesan (FOTO:MNC Media)

IDXChannel – Seorang pengusaha harus memiliki kemampuan berbisnis dan mencari strategi tepat untuk mendapatkan keuntungan besar bagi perusahaannya. Namun, untuk menjadi sukses tidak cukup dengan itu, melainkan dibutuhkan juga etika yang baik dan sikap ikhlas. 

Ikhlas berarti seseorang memiliki hati yang tulus dan bersih, sehingga dirinya tidak dikuasai oleh nafsu duniawi dan kekayaan semata. Sifat ikhlas bisa mendorong pengusaha untuk tidak memaksakan kehendak, apalagi melakukan hal-hal yang tidak baik. Hal tersebut telah diamalkan oleh Nabi Muhammad sebagai seorang pengusaha yang sukses. 

Dikutip dari buku Strategi Andal dan Jitu Praktik Bisnis Nabi Muhammad karya Thorik Gunara dan Utus Hardiono Sudibyo, Minggu (2/5/2021), walaupun Nabi Muhammad telah mendapatkan kepercayaan dari pihak konsumen, tapi dia tidak memanfaatkan kepercayaan tersebut untuk mendapatkan laba yang lebih banyak. 

Nabi Muhammad bersabda, "Aku bagaimana pun hanya seorang manusia. Jika kalian membawa satu perkara ke hadapanku dan salah satu dari kalian lebih fasih berbicara dari yang lain setelah mendengar pendapat, sangatlah mungkin aku akan memutuskan perkara tersebut menurut kepentingannya" 

Sikap ikhlas akan membuat hidup lebih bersahaja. Jika pengusaha tidak memiliki kemampuan yang kompeten pada satu bidang atau potensi, sebuah perusahaan tidak mampu menaklukkan suatu segmen pasar. Maka dengan sikap ikhlas pengusaha tidak akan terbebani karena terlalu memaksakan diri. Ikhlas akan jadi penyeimbang dalam kehidupannya. 

Selain itu, pengusaha juga harus bersiap diri ketika sudah mendapatkan kekayaan besar. Banyak buku yang memberikan cara-cara untuk menjadi kaya, namun mereka tidak memberikan panduan mengenai hal yang harus dilakukan setelah kita mendapatkan kekayaan. 

Nabi Muhammad yang pada akhirnya menjadi penguasa jazirah Arab sesungguhnya memiliki kekayaan yang berlimpah. Namun dengan sikap ikhlasnya, dia lebih memilih sikap bersahaja untuk mendapatkan ketenangan batin. Sebuah hal yang sampai kapan pun tidak akan dapat dinilai dengan uang. 

Namun perlu ditekankan bahwa dalam hal ini, sikap ikhlas bukan berarti menerima dengan apa adanya dengan sikap tidak mau berusaha, tidak mau bersusah payah atau tidak bersungguh-sungguh. 

Ikhlas berarti mampu membaca kemampuan diri sendiri jauh lebih baik daripada mengukur kemampuan orang lain, baik relasi maupun kompetitor. Sikap ini akan menjaga seorang individu atau pengusaha terlalu mengumbar janji yang berlebihan, karena dia akan dapat mengukur kemampuan diri sebelum melakukan sesuatu. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD