AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20116.20
-0.27%
-55.07
N225
26604.84
-0.27%
-72.96
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,038 / gram

Beber Kunci Sukses, Hary Tanoesoedibjo: Jangan Banyak Mikir, Langsung Jalankan

INSPIRATOR
Athika Rahma
Kamis, 31 Maret 2022 12:29 WIB
Executive Chairman MNC Grup Hary Tanoesoedibjo memberikan pesan kepada para pebisnis muda agar sigap menangkap peluang bisnis.
Beber Kunci Sukses, Hary Tanoesoedibjo: Jangan Banyak Mikir, Langsung Jalankan. (Foto: MNC Media)
Beber Kunci Sukses, Hary Tanoesoedibjo: Jangan Banyak Mikir, Langsung Jalankan. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Executive Chairman MNC Grup Hary Tanoesoedibjo memberikan pesan kepada para pebisnis muda agar sigap menangkap peluang bisnis namun tetap mempertimbangkan potensi dan risiko dengan matang.

"Jangan terlalu banyak mikir, langsung saja dijalankan. Kalian masih muda, kalaupun gagal, mudah-mudahan semoga enggak, masih bisa mulai lagi. Tapi dipikirkan matang-matang, jangan asal-asalan mencoba," ujar Hary dalam HIPMI Digital Fest Part 2, Kamis (31/3/2022).

Hary bercerita, ketika pandemi Covid-19 menyerang, sebagian bisnisnya mengalami keterpurukan, mulai dari hotel hingga properti. Namun, dirinya dengan jeli melihat peluang yang muncul di krisis tersebut.

"Di pandemi, kita tahu orang work from home, study from home. Akhirnya kita (MNC Grup) genjot digital, akhirnya berhasil. Jadi kesempatan itu ada di tiap situasi, bedanya hanya dari cara kita memandang," ujarnya.

Menurutnya, jika MNC Grup tidak langsung menangkap peluang bisnis tersebut, mungkin perusahaan yang dirinya pimpin akan tertinggal. Demikian juga dengan memulai bisnis baru.

Ketika memulai usaha, lanjutnya, pebisnis harus tekun dan tahan banting. Hary mengatakan, dirinya memulai bisnis pada tahun 1989.

Pada saat krisis finansial tahun 1998, Hary melalukan merger dan akuisisi perusahaan hingga 2001. Setelah memiliki tabungan yang cukup, dirinya membeli RCTI, Indovision dan menciptakan MNC Grup untuk menaungi perusahaan yang dia kelola.

"Saya kelola, saya besarkan, akhirnya masuk pasar modal, 2007 TV saya go public-an, saya IPO dan itu terbesar Indonesia, dengan nilai USD 520 juta dolar. Lalu berkembang hingga hari ini," ujarnya.

Hary menekankan, dari pengalamannya dapat diambil pelajaran bahwa bisnis yang besar dimulai dari langkah kecil. Bisnis bisa menjadi besar asalkan pengelola bisnis tersebut tekun dan fokus di satu bidang.

"Sukses besar itu akumulasi dari sukses-sukses kecil. Jadi jangan sepelekan sukses-sukses kecil," tandasnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD