AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20116.20
-0.27%
-55.07
N225
26604.84
-0.27%
-72.96
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,038 / gram

Biografi RA Kartini, Pejuang Emansipasi Wanita Indonesia

INSPIRATOR
Mohammad Yan Yusuf
Kamis, 21 April 2022 12:42 WIB
Biografi RA Kartini selalu menarik untuk dibahas. Sebab perjuangan yang dilakukan dirinya membuat kehidupan wanita Indonesia berubah. 
Biografi RA Kartini, Pejuang Emansipasi Wanita Indonesia. (Foto : MNC Media)
Biografi RA Kartini, Pejuang Emansipasi Wanita Indonesia. (Foto : MNC Media)

IDXChannel - Biografi RA Kartini selalu menarik untuk dibahas. Sebab perjuangan yang dilakukan dirinya membuat kehidupan wanita Indonesia berubah. 

Biografi RA Kartini sendiri bermula saat dirinya lahir dari seorang patih bernama Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat pada 21 April 1879.

Ayahnya, RM Adipati Ario kemudian diangkat menjadi Bupati Jepara. Kartini kemudian dikenal sebagai wanita yang jadi pelopor kesetaraan derajat wanita dan pria di Indonesia.

Keturunan Raja

Bila menelusuri silsilah keluarganya, RA Kartini sendiri memiliki garis keturunan dari Hamengkubuwono IV dan merupakan garis keturunan Sosroningrat juga bisa ditelusuri hingga masa Kerajaan Majapahit.

Ayah RA Kartini awalnya hanya seorang wedana (pembantu bupati) di Mayong, Jepara. Saat itu, kolonial Belanda mewajibkan siapapun yang jadi bupati, harus memiliki darah bangsawan sebagai istrinya.

Terlebih saat itu, ibu Kartini, M.A Ngasirah bukan bangsawan. Beliau merupakan istri pertama dari Sosroningrat yang bekerja sebagai guru agama di salah satu sekolah di Telukawur, Jepara.

Lantaran Ngasirah bukan seorang bangsawan, ayah Kartini kemudian menikah lagi dengan Raden Adjeng Moerjam yang merupakan keturunan langsung dari Raja Madura.

Pernikahan tersebut juga langsung mengangkat kedudukan ayah Kartini menjadi bupati, menggantikan ayah dari R.A. Moerjam, yaitu Tjitrowikromo.

Perjuangan R.A Kartini

Dilansir wikipedia, diketahui bahwa di masa penjajahan Belanda, tidak semua anak bisa mendapatkan pendidikan yang layak. Kerasnya budaya patriarki di masa itu membuat kaum wanita memiliki kewajiban untuk mengurus rumah dan tidak diperbolehkan memiliki pendidikan yang lebih tinggi dari kaum pria.

Karena hal itulah, setelah usia 12 tahun, R.A Kartini harus berhenti bersekolah karena harus mengikuti budaya yang berjalan.

Meski demikian, Kartini tak menyerah. Ia berjuang mendapatkan pengetahuan dari rumahnya.

Selama di rumah dan tidak bersekolah, Kartini rajin rajin mencari ilmu, dengan bertukar pikiran dengan teman-temannya melalui surat.

Ia juga gemar membaca buku-buku kebudayaan Eropa seperti buku karya Louis Couperus yang berjudul De Stille Kraacht.

Selain itu, perjuangan dirinya melalui surat mendapat dukungan dari teman dekatnya, Mr. J.H. Abendanon, yang mengumpulkan surat-surat dari Kartini dan kemudian menjadikannya sebuah buku berjudul Habis Gelap Terbitlah Terang.

Itulah sepenggal kisah biografi RA. Kartini, semoga bisa berguna menambah pengetahuan Anda tentang perjuangannya yang sudah dirintis sejak usia belia untuk memajukan Perempuan Indonesia.

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD