IDXChannel—Anugrah Surya Kamandaka adalah pria berusia 22 tahun dan merupakan member Bisa Ekspor. Ia mengekspor kayu lapis seperti triplek dan blogboard, yang saat ini menjadi fokusnya adalah menjual di pasar lokal dan mencari market luar untuk ekspor.
Dilansir dari akun Youtube Julio Ekspor (24/01), awalnya dulu ia pernah mau masuk di salah satu Universitas di Bandung. Namun ia gagal saat ikut tes SBMPTN, ia putuskan untuk tidak kuliah tapi ibunya menyarankannya untuk tetap kuliah. Tapi ia hanya bertahan selama satu semester.
Surya merasa bahwa apa yang ia pelajari saat SMA dan di perkuliahan tidak ada hubungan sama sekali. Sampai ia berpikir untuk berdagang saja. Saat itu inspirasi dagangnya dari sebuah film ‘The Billionaire’.
Meski bukan dari keluarga pebisnis, Surya sejak zaman sekolah sudah belajar berdagang kecil-kecilan, seperti jualan makaroni, tahu isi dan lain sebagainya. Ia juga pernah menjalankan dropship tapi hal tersebut tidak bertahan lama dan justru Surya mengalami kerugian.
Saat itu sedang pandemi, dan Surya merasa ia harus ada kemajuan. Sampai ia menemukan salah satu konten Julio yang sedang membahas soal ekspor. Akhirnya dari situ Surya tertarik dan mulai belajar.
Karena ia tinggal di Bandung, ia coba mencari salah satu tempat yang memang cocok untuk ekspor. Awalnya ia bergerak di bidang sayuran, namun bisnisnya tersebut tidak berkembang. Kemudian ia mencoba alternatif lain, dan berakhir pada industri kayu yang fokus pada kayu lapis.
Untuk proses pengiriman, Surya hanya menggunakan kontainer biasa yang memang biasanya digunakan, yaitu 40 feet. Untuk ukuran barangnya tergantung pemesanan, paling kecil itu ada yang 2,5 cm dan paling tebal itu 18 cm.
Hal yang pertama kali dipelajari itu adalah jenis-jenis kayu. Di Indonesia sendiri ada dua jenis kayu, yaitu kayu keras dan kayu lunak. Untuk kayu lunak Surya menggunakan albasia dan kayu keras menggunakan jenis meranti atau Kruwing.
Selanjutnya pelajari jenis-jenis grade, ada yang paling rendah itu mungkin untuk red PG (Packing Grade) lalu yang paling tinggi itu ada di grade yang namanya OPL atau BBB. Cara membedakannya adalah dari segi kehalusan muka kayu tersebut.
Tujuan ekspor Surya itu bermacam-macam, tapi yang paling besar itu ada di AS, Timur Tengah, Jepang, Korea, dan India.
Untuk mencari supplier, biasanya Surya mencari nama perusahaan di Google, kemudian ia coba menghubungi kontak atau mengirim email. Lalu jika ingin mengambil produk agar tidak tertipu, yaitu dengan beli ke pabriknya langsung.
Namun jika tidak bisa dipastikan orang tersebut bertanggung jawab dengan barangnya, karena memang ada sebagian yang suka tidak bertanggung jawab. Jadi harus lebih jeli lagi dipilih-pilih. Usahakan juga untuk melihat kualitas produk secara langsung, karena jika hanya foto biasanya ada yang berbeda.
Hal yang membuat Surya mau bertahan menjadi eksportir adalah karena ia percaya dirinya mampu menjalankan bisnis ini. Lalu dari ekspor untuk pertama kalinya Surya merasakan pengalaman menjalankan bisnis.
Dalam bisnis juga Surya merasa tidak melulu tentang profit, tapi ada hal lain yang ia pelajari. Seperti bisa membangun hubungan dengan banyak orang, bisa saling tukar pikiran dan lain sebagainnya.
Oleh karena itu, Surya meyakini kalau ekspor ini adalah jalannya menuju kesuksesan. (NKK)
Penulis: Mila Pertiwi