Jauh sebelum mendirikan Akulaku, William Li adalah seorang manajer investasi dari sebuah perusahaan asuransi Ping An Insurance Company.
Ia kemudian menggandeng rekannya Gordon Hu yang berlatar belakang Software Engineer yang pernah bekerja di berbagai perusahaan besar, seperti Oracle, Tencent, HuaTai Securities, dan CITIC Securities untuk membangun fintech ini.
Mereka berdua berhasil mengembangkan sebuah layanan pengiriman uang (remitansi) lintas negara di Hong Kong pada awal 2015.
Berawal di akhir tahun 2014, William Li mendapat suntikan dana awal sebesar USD1 juta atau sekitar Rp12,4 miliar dari IDG Capital untuk bisnis tersebut.
Kini saham Akulaku dimiliki sebagian oleh Alibaba dan perusahaan fintech online ini disokong oleh beberapa perusahaan e-commerce ternama diantaranya, PT Pintar Inovasi Digital, PT Akulaku Silvrr Indonesia dan PT Akugrosir Indonesia, serta bisnis pembiayaan atau multifinance lewat PT Akulaku Finance Indonesia.