AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20116.20
-0.27%
-55.07
N225
26604.84
-0.27%
-72.96
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,038 / gram

Jadi Salah Satu Taipan Terkaya RI, Prajogo Pangestu Pernah Jadi Sopir Angkot

INSPIRATOR
Dinar Fitra Maghiszha
Kamis, 31 Maret 2022 20:01 WIB
Simak ulasan tentang sosok salah satu taipan RI, Prajogo Pangestu berikut ini.
Jadi Salah Satu Taipan Terkaya RI, Prajogo Pangestu Pernah Jadi Sopir Angkot (Dok.MNC)
Jadi Salah Satu Taipan Terkaya RI, Prajogo Pangestu Pernah Jadi Sopir Angkot (Dok.MNC)

IDXChannel - Sosok Prajogo Pangestu mendadak menjadi pembicaraan masyarakat. Pasalnya Taipan satu ini masuk dalam jajaran orang terkaya Indonesia.

Laporan Forbes per Maret 2022 mencatat Prajogo Pangestu menduduki urutan ke-5 sebagai orang terkaya di Indonesia. Bos energi ini memiliki harta sebanyak US 5,7 miliar atau setara Rp81.5 triliun (kurs Rp 14.300/dolar AS).

Berdasarkan pantauan MNC Portal Indonesia dari berbagai sumber, dikutip Kamis (31/3/2022), Prajogo Pangestu atau Phang Djoen Phen merupakan pengusaha perkayuan dan energi terkemuka di Tanah Air.

Prajogo lahir di Sambas, Kalimantan Barat, 13 Mei 1944. Siapa sangka dulunya pria ini merupakan seorang sopir angkutan kota (angkot), yang bahkan hanya lulusan sekolah menengah pertama (SMP).

Pria ini mengawali karirnya di dunia bisnis pada tahun 60an. Memulai jadi sopir angkot,  dengan uang yang tak begitu besar, segala bisnis ia tekuni demi menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Nasib Prajogo mulai berubah saat bertemu pengusaha kayu asal Malaysia, Bon Sun On tau Burhan Uray. Pertemuan tersebut membuat Prajogo berkarir di PT Djajanti Group.

Seiring berjalannya waktu, tujuh tahun selanjutnya, pria Malaysia itu mengangkat Prajogo menjadi general manager (GM) di pabrik Plywood Nusantara, Gresik, Jawa Timur.

Masuk tahun 70an, Prajogo Pangestu memulai usaha di bisnis kayu, memakai badan usaha CV Pacific Lumber Coy. Perlahan, perusahaannya berubah nama menjadi PT Barito Pacific Lumber.

Proses tak mengkhianati hasil memang terbukti. Perusahaan Prajogo akhirnya melangkahkan kaki menuju perusahaan terbuka pada tahun 1993, berganti nama menjadi Barito Pacific.

Tak hanya di sektor perkayuan, bisnis Prajogo juga meluas di bidang petrokimia, minyak sawit mentah, hingga properti. Niatan Prajogo memperluas portofolio bisnis terbukti pada 2007 saat Barito Pacific mengakuisisi 70% dari perusahaan petrokimia Chandra Asri.

Baru-baru ini Prajogo mengakuisisi 33,33% saham Star Energy dari BCPG Thailand senilai US$440 juta atau setara Rp6,29 triliun.

Sejumlah media massa mengabarkan Prajogo memborong saham Star Energy melalui salah satu perusahaan swasta yang dimiliki, Green Era.

Prajogo memiliki saham di Star Energy sebanyam 66,6%. Melalui akuisisi tersebut, saat ini Prajogo mempunyai kepemilikan penuh atas Star Energy yang memiliki tiga proyek panas bumi di Indonesia.

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD