AALI
9800
ABBA
284
ABDA
6250
ABMM
1365
ACES
1200
ACST
185
ACST-R
0
ADES
3310
ADHI
810
ADMF
7600
ADMG
177
ADRO
2210
AGAR
362
AGII
1430
AGRO
1260
AGRO-R
0
AGRS
151
AHAP
67
AIMS
358
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1090
AKRA
730
AKSI
685
ALDO
1355
ALKA
300
ALMI
282
ALTO
268
Market Watch
Last updated : 2022/01/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.28
0.93%
+4.69
IHSG
6600.82
0.5%
+32.65
LQ45
946.86
0.8%
+7.52
HSI
24289.90
0.19%
+46.29
N225
27011.33
-0.44%
-120.01
NYSE
0.00
-100%
-16413.97
Kurs
HKD/IDR 1,838
USD/IDR 14,325
Emas
849,695 / gram

Kisah Berlin Butar Butar, Dulu Dihina Seperti Gembel Kini Juragan Bus AKAP

INSPIRATOR
Athika Rahma
Sabtu, 04 Desember 2021 17:33 WIB
Jatuh bangun membangun usaha pernah dialami Berlin Butar Butar. Bahkan sebelum dirinya sukses sebagai juragan bus AKAP, ia dulu kerap dihina.
Kisah Berlin Butar Butar, Dulu Dihina Seperti Gembel Kini Juragan Bus AKAP (FOTO: YouTube Aziz Herlambang Official)
Kisah Berlin Butar Butar, Dulu Dihina Seperti Gembel Kini Juragan Bus AKAP (FOTO: YouTube Aziz Herlambang Official)

IDXChannel - Jatuh bangun membangun usaha pernah dialami Berlin Butar Butar. Bahkan sebelum dirinya sukses sebagai juragan bus AKAP, ia dulu kerap dihina.

Namanya mungkin tak sepopuler pebisnis lain, namun kegigihannya membangun perusahaan bus AKAP PT Pelangi patut dijadikan panutan. 

Kisah insipiratif Berlin ditayangkan dalam video di kanal YouTube Aziz Herlambang Official. Oktober ini, dirinya baru membeli bus impiannya. 

"Ini baru beli kemarin, beli 10," ujar Berlin, dikutip, Sabtu (4/12/2021). 

Sebelum bisa menjadi juragan bus, Berlin sering mendapatkan perlakuan tak adil dan menyakiti hatinya. Seperti pengalamannya saat mendapat panggilan kerja di Palembang, dimana dirinya tidak mendapatkan akomodasi yang memadai. 

Berlin juga pernah dihina karena gayanya dinilai mirip gelandangan. Mirisnya, hinaan itu diucapkan saudaranya sendiri. 

"Saya datang, bawa oleh-oleh. Saya sapa abang saya, tapi kenapa gini ya, orang ini dibilang seperti gembel katanya," katanya.

Sejak saat itu, Berlin bertekad untuk bisa sukses dan merubah dirinya. "Saya tanya, kenapa kamu bilang saya gembel? Iya lah katanya. Di situlah saya beli tiket sampai saya berhenti merokok, makanya bisa terkumpul uangnya," ujarnya. 

Setelah tabungannya terkumpul, dia memutar otak untuk mencari uang. Terpikirlah untuk membeli bus dan memanfaatkannya untuk bisnis. 

"Saya ini orang susah, bapak nggak kenal, mamak nggak kenal, sekolah pun tidak ada. Pikiran saya gimana ini di Kota Jakarta, tapi saya bercita-cita kalau ada mobil (bus) gitu kan," katanya. 

Dengan pembelian busnya Oktober lalu, Berlin merasa bangga kepada dirinya yang sudah bertekad untuk menjadi pebisnis bus. 

"Saya suka terbayang-bayang sama usaha saya. Itu lah ya rejeki dari Tuhan, ada rejeki kita beli mobil ini. Saya beli, saya bongkar mesin, ini dulu beli bus Rp90 juta," katanya.  (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD