AALI
9725
ABBA
394
ABDA
0
ABMM
1420
ACES
1220
ACST
232
ACST-R
0
ADES
3000
ADHI
1025
ADMF
7725
ADMG
198
ADRO
1815
AGAR
330
AGII
1505
AGRO
1925
AGRO-R
0
AGRS
176
AHAP
81
AIMS
456
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
920
AKRA
4190
AKSI
424
ALDO
1035
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
272
Market Watch
Last updated : 2021/12/03 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
501.87
-1.3%
-6.63
IHSG
6538.51
-0.69%
-45.31
LQ45
938.93
-1.11%
-10.56
HSI
23766.69
-0.09%
-22.24
N225
28029.57
1%
+276.20
NYSE
0.00
-100%
-16133.89
Kurs
HKD/IDR 1,845
USD/IDR 14,395
Emas
819,409 / gram

Kisah Djoko Susanto, Sempat Putus Sekolah Kini Jadi Bos Alfamart Berharta Rp21 Triliun

INSPIRATOR
Muhammad Sukardi
Selasa, 16 November 2021 13:06 WIB
Usaha dan kerja keras Djoko Susanto tentunya layak menjadi inspirasi untuk kita yang sedang berjuang merintis bisnis.
Kisah Djoko Susanto, Sempat Putus Sekolah Kini Jadi Bos Alfamart Berharta Rp21 Triliun (FOTO:MNC Media)
Kisah Djoko Susanto, Sempat Putus Sekolah Kini Jadi Bos Alfamart Berharta Rp21 Triliun (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Siapa yang tak kenal Djoko Susanto? Ya, dia merupakan raja dari Alfa Supermarket atau biasa dikenal Alfamart, di bawah pengelolaan PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. 

Hingga kini, diketahui ada 5.500 toko Alfamart, termasuk juga Alfa Express, Alfamidi, dan Lawson.

Menurut informasi Majalah Bisnis Forbes, Djoko Susanto memiliki kekayaan pada 2020 sebanyak 1,5 miliar USD atau sekitar Rp21 triliun. 

"Dengan jumlah harta tersebut, ia pun masuk ke dalam daftar salah satu pengusaha kaya raya di Indonesia. 

Kekayaan yang dimiliki Djoko tidak datang dengan sendirinya. Perjuangan panjang perlu dijalani, bahkan mesti mengorbankan banyak hal termasuk sekolah," seperti dikutip, Selasa (16/11/2021). 

Ya, Djoko diketahui pernah putus sekolah. Ia berhenti sampai sekolah dasar saja karena lebih memilih membantu orangtuanya di Pasar Arjuna, Jakarta. Anak ke-6 dari 10 bersaudara itu pun sudah kenal dunia bisnis sejak usia 17 tahun. 

Di masa remaja yang banyak dihabiskan dengan bersenang-senang, Djoko manfaatkan untuk membantu perekonomian keluarganya. Di usia muda, ia sudah mengelola beberapa warung makan. Djoko pun diketahui membuka warung kelontong. 

Ada satu pengalaman luar biasa yang pernah dialami Djoko. Pada tahun 1976, kios miliknya di wilayah Arjuna Jakarta dikabarkan kebakaran. Padahal, dari kios itulah ia mendapat modal bisnis. Karena musibah itu 80-90 persen modal miliknya habis begitu saja. 

Pengalaman itu tak membuatnya patah semangat. Malah membuat Djoko semakin kuat sebagai seorang pebisnis. Singkat cerita, usahanya kembali bertumbuh, bahkan Djoko berani melakukan beberapa pengembangan inovasi, yaitu berjualan rokok. 

Hal tersebut menghantarkan Djoko berkenalan dengan Putera Sampoerna yang memiliki perusahaan tembakau dan cengkeh terbesar di tanah air kala itu. Mereka bertemu di tahun 1980 dan 5 tahun kemudian sepakat bekerja sama. Sebanyak 15 kios rokok pun berhasil dibuka di Jakarta. 

Usaha dan kerja keras Djoko Susanto tentunya layak menjadi inspirasi untuk kita yang sedang berjuang merintis bisnis. Kegagalan atau musibah yang terjadi jangan dijadikan penghalang untuk terus bangkit dan meraih mimpi.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD