AALI
9650
ABBA
396
ABDA
0
ABMM
1455
ACES
1240
ACST
234
ACST-R
0
ADES
3000
ADHI
1040
ADMF
7725
ADMG
196
ADRO
1870
AGAR
0
AGII
1525
AGRO
2080
AGRO-R
0
AGRS
177
AHAP
76
AIMS
462
AIMS-W
0
AISA
204
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
890
AKRA
4190
AKSI
424
ALDO
965
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/12/06 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
505.49
0.72%
+3.62
IHSG
6573.41
0.53%
+34.91
LQ45
945.70
0.72%
+6.77
HSI
23444.23
-1.36%
-322.46
N225
27941.69
-0.31%
-87.88
NYSE
16347.87
-0.77%
-127.38
Kurs
HKD/IDR 1,847
USD/IDR 14,395
Emas
827,268 / gram

Kisah Kepala Staf TNI AD Letjen Dudung Abdurachman, Sempat Jadi Loper Koran hingga Jual Kue Tampah

INSPIRATOR
Riezky Maulana
Rabu, 17 November 2021 11:13 WIB
Sosok Dudung adalah tentara yang kenyang pengalaman jabatan teritorial.
Kisah Kepala Staf TNI AD Letjen Dudung Abdurachman, Sempat Jadi Loper Koran hingga Jual Kue Tampah (FOTO:Pen Kostrad)
Kisah Kepala Staf TNI AD Letjen Dudung Abdurachman, Sempat Jadi Loper Koran hingga Jual Kue Tampah (FOTO:Pen Kostrad)

IDXChannel - Presiden Joko Widodo memilih Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letjen TNI Dudung Abdurachman menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD). 

Dudung bakal dilantik di Istana Negara, Jakarta, siang ini, Rabu (17/11/2021) bersama dengan Jenderal TNI Andika Perkasa yang didapuk menjadi Panglima TNI. 

"Presiden juga akan melantik Kepala Staf Angkatan Darat, Kepala BNPB, dan 12 duta besar Republik Indonesia untuk negara sahabat. Pelantikan akan dilaksanakan Rabu, 17 November 2021 pukul 13.30 WIB di Istana Negara,” kata Heru dikutip dari siaran pers Sekretariat Presiden. 

Sosok Dudung adalah tentara yang kenyang pengalaman jabatan teritorial. Pria kelahiran Bandung 16 November 1965 ini merupakan lulusan Akademi Milier (Akmil) 1988 dari kecabangan infanteri.  

Saat ini dia masih menjabat sebagai Pangkostrad sejak dilantik pada 25 Mei 2021, setelah sebelumnya menjabat sebagai Pangdam Jaya sejak 27 Juli 2020. 

Anak dari pasangan Nasuha dan Nasyati ini menyelesaikan pendidikan dari SD sampai SMA di Kota Bandung (1972-1985). Setelah lulus SMA pada 1985, Dudung mendaftar Akabri Darat. Dia melaksanakan pendidikan Akmil sampai 1988 dengan menyandang pangkat letnan dua (letda).  

Dudung kecil sudah membulatkan tekad ingin menjadi tentara. Profesi itu selalu memanggilnya karena dia hidup dan tinggal di barak. Profesi itu didambakan sebagai upaya meringankan beban ibunya untuk membiayai pendidikan delapan saudara kandungnya. 

Pada 1981, ketika masuk kelas 2 SMP, cobaan menghampiri keluarganya karena sang ayah yang bekerja sebagai PNS di lingkungan Bekangdam III/Siliwangi, meninggal dunia.  

Berbagai pekerjaan pernah dilakukannya untuk membantu sang ibunda. Selain berjualan koran, dia juga menjual kue tampah di perempatan Jalan Belitung di sekitar Kodam III/Siliwangi. Menjadi loper koran dia lakukan ketika duduk di bangku SMA Negeri 9 Bandung. Pekerjaan itu dilakukan Dudung sebelum berangkat sekolah. 

Di usia belia, dia sadar hidup itu juga berisi kerja keras, tekad, dan upaya yang tanggap untuk mengejar mimpi. Apa yang tampak sebagai keberhasilan saat ini, menurut dia, sebetulnya hasil jatuh bangun yang lama dan dalam, yang orang lain tak pernah melihatnya. Kepedihan hidupnya di masa kecil dan kepatuhan serta cintanya kepada kedua orang tua, justru menjadi pendorong semangatnya sampai ke titik tertinggi.  

Dalam daftar riwayat pendidikannya, Dudung menempuh pendidikan di Akmil pada 1988. Di tahun yang sama, dia juga menjalani pendidikan Sesarcabif. 

Dia juga pernah digembleng di Diklapa-I, Diklapa-II, Seskoad, dan Lemhannas. Sementara perjalanan kariernya, Dudung pernah menjabat sebagai Dandim 0406/Musi Rawas, Dandim 0418/Palembang, Aspers Kasdam VII/Wirabuana (2010-2011), Danrindam II/Sriwijaya (2011), dan Dandenma Mabes TNI. 

Tak hanya itu, dia juga pernah menjabat Wagub Akmil (2015-2016), Staf Khusus Kasad (2016-2017), Waaster Kasad (2017-2018), Gubernur Akmil (2018-2020), dan Pangdam Jaya sejak 2020 hingga sekarang.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD