AALI
9625
ABBA
212
ABDA
0
ABMM
2390
ACES
790
ACST
168
ACST-R
0
ADES
7725
ADHI
805
ADMF
8100
ADMG
174
ADRO
2950
AGAR
324
AGII
2070
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
123
AHAP
57
AIMS
258
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1545
AKRA
1060
AKSI
292
ALDO
835
ALKA
300
ALMI
292
ALTO
202
Market Watch
Last updated : 2022/06/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.97
-0.65%
-3.49
IHSG
6977.64
-0.55%
-38.42
LQ45
1004.12
-0.65%
-6.61
HSI
22051.08
-0.8%
-178.44
N225
27002.66
0.49%
+131.39
NYSE
14835.30
0.16%
+23.75
Kurs
HKD/IDR 1,884
USD/IDR 14,799
Emas
867,947 / gram

Lelaki Ini Ciptakan Jam Tangan Bernilai Jual dari Limbah Kayu

INSPIRATOR
Advenia Elisabeth/MPI
Selasa, 07 Juni 2022 10:22 WIB
Jam tangan kayu lokal kini tak kalah saing dengan jam tangan bermerek terkenal yang banjir di pasar Indonesia. Contohnya saja jam tangan kayu Kailoka. 
Lelaki Ini Ciptakan Jam Tangan Bernilai Jual dari Limbah Kayu. (Foto: MNC Media)
Lelaki Ini Ciptakan Jam Tangan Bernilai Jual dari Limbah Kayu. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Jam tangan kayu lokal kini tak kalah saing dengan jam tangan bermerek terkenal yang banjir di pasar Indonesia. Contohnya saja jam tangan kayu Kailoka. 

Jam tangan karya anak bangsa ini telah menjadi produk merchandise official pemerintah Kota Bandung dan sudah banyak diminati juga oleh anak-anak muda yang cinta produk lokal. 

Founder Kailoka, Harizal mengungkapkan, jam tangan kayu hasil buatan manusia ini sudah hadir di tengah-tengah masyarakat sejak 2018 silam. Saat itu, jam tangan kayu sedang naik daun.

Lanjut dia, sebelumnya Harizal tidak terbesit ingin membuat produk jam tangan kayu. Namun karena melihat limbah kayu hasil pembuatan furniture yang banyak terbuang, dia mempunyai ide untuk memanfaatkan limbah tersebut untuk menjadi sebuah barang yang berguna dan mempunyai nilai jual. Akhirnya, terciptalah jam tangan kayu Kailoka. 

"Tahun 2018 itu saya terbesit ingin membuka bisnis. Tapi bingung bisnis apa. Nggak ada pikiran mau buat jam tangan olahan kayu. Tapi saat itu saya suka lihat perajin kayu bikin furniture terus serat-serat kayunya terbuang, dari situlah saya terbesit untuk memanfaatkan limbah kayu tersebut menjadi bahan dasar pembuatan jam tangan," ungkap Harizal saat berdialog di IDX Channel, Selasa (7/6/2022).

Dia mengatakan, meski produk jam tangan kayunya sudah banyak diminati masyarakat luas, namun ia tidak menampik ada tantangan dalam proses pembuatan berkelanjutan. Disebutnya, tantangan tersebut adalah bahan dasar itu sendiri yakni limbah kayu yang memiliki kualitas yang sama. 

"Tantangan terbesar dari bahan bakunya. Karena ini adalah bahan baku bekas/limbah, jadi keberlangsungan bahan baku dengan kualitas yang sama itu menjadi tantangan tersendiri. Sehingga kami tidak bisa memproduksi yang terus-terusan dengan bahan baku yang sama," beber Harizal. 

Kendati demikian, ia bersama dengan timnya terus berupaya untuk meningkatkan kuantitas dengan kualitas yang tidak diragukan. 

Bagi masyarakat yang ingin memiliki jam tangan lokal berkualitas, bisa membeli jam tangan kayu Kailoka melalui website Kailoka.com. Harga yang ditawarkan pun beragam, mulai Rp375 ribu hingga Rp450 ribu. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD