AALI
9975
ABBA
400
ABDA
0
ABMM
1450
ACES
1305
ACST
230
ACST-R
0
ADES
2950
ADHI
1025
ADMF
7700
ADMG
210
ADRO
1700
AGAR
340
AGII
1600
AGRO
2130
AGRO-R
0
AGRS
177
AHAP
65
AIMS
486
AIMS-W
0
AISA
208
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
860
AKRA
3970
AKSI
416
ALDO
1020
ALKA
244
ALMI
246
ALTO
280
Market Watch
Last updated : 2021/11/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
497.28
-2.19%
-11.12
IHSG
6533.93
-1.13%
-74.36
LQ45
930.98
-2.07%
-19.70
HSI
-74.94
-100.31%
-23927.18
N225
346.43
-98.78%
-27937.49
NYSE
59.11
-99.64%
-16565.76
Kurs
HKD/IDR 1,834
USD/IDR 14,318
Emas
825,609 / gram

Mengharukan, Ibu Pemijat di Pantai Kuta Ini Berhasil Kuliahkan Empat Anaknya

INSPIRATOR
Chusna/Kontributor
Kamis, 21 Oktober 2021 08:33 WIB
Selama 47 tahun, pasang surut penghasilan menjadi tukang pijat di pantai tentu sudah dirasakan. Mulai dekade 80-90 an yang menjadi masa emas pariwisata Bali.
Mengharukan, Ibu Pemijat di Pantai Kuta Ini Berhasil Kuliahkan Empat Anaknya (FOTO:MNC Media)
Mengharukan, Ibu Pemijat di Pantai Kuta Ini Berhasil Kuliahkan Empat Anaknya (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Sinar matahari sangat menyenga Pantai Kuta, Bali, kala itu. Sambil berteduh di bawah pohon rindang, Ni Ketut Sulasti (70), terlihat bercengkrama dengan rekannya sesama pemijat. 

Obrolan mereka sesekali terhenti ketika melihat pengunjung pantai melintas. "Pijat pjiat, Rp 50 ribu saja," ujar Sulasti menawarkan jasanya. 

Hingga tengah hari, belum satu pun pengunjung menghampirinya. "Sebelum ada korona, siang begini biasanya sudah dapat dua sampai tiga pelanggan," imbuh wanita Bali ini. 

Di pantai Kuta, Sulasti sudah puluhan tahun menjadi pemijat, tepatnya sejak tahun 1974. Di usia 23 tahun, dia sudah menjual jasa pijat hingga kini usianya genap 70 tahun. 

Selama 47 tahun, pasang surut penghasilan menjadi tukang pijat di pantai tentu sudah dirasakan. Mulai dekade 80-90 an yang menjadi masa emas pariwisata Bali. 

Tragedi bom tahun 2002 membuat Sulasti sempat terpuruk. Hampir setahun, pariwsata Bali lumpuh. Tidak ada wisawatan yang datang ke pantai. 

Pasca bom Bali pertama dan kedua, Bali kembali berjaya dengan ribuan turis yang datang setiap harinya. Dalam sehari, dia bisa memijat hingga tujuh orang dan membawa pulang uang Rp500 ribu. 

Sulasti pun bangga bisa menyekolahkan keempat anaknya sampai lulus kuliah. "Anak yang terakhir belum lama lulus kuliah di Yogya, sekarang masih cari kerja," ungkapnya. 

Sejak pandemi Maret 2020 lalu, Sulasti kembali terpuruk selama 1,5 tahun lebih. Meski saat ini pantai sudah kembali dibuka, pengunjung belum seramai sedia kala. "Sehari dapat satu orang saja sudah bersyukur. Yang penting ada uang yang dibawa pulang," tuturnya. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD