AALI
9725
ABBA
394
ABDA
0
ABMM
1420
ACES
1220
ACST
232
ACST-R
0
ADES
3000
ADHI
1025
ADMF
7725
ADMG
198
ADRO
1815
AGAR
330
AGII
1505
AGRO
1925
AGRO-R
0
AGRS
176
AHAP
81
AIMS
456
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
920
AKRA
4190
AKSI
424
ALDO
1035
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
272
Market Watch
Last updated : 2021/12/03 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
501.87
-1.3%
-6.63
IHSG
6538.51
-0.69%
-45.31
LQ45
938.93
-1.11%
-10.56
HSI
23766.69
-0.09%
-22.24
N225
28029.57
1%
+276.20
NYSE
0.00
-100%
-16133.89
Kurs
HKD/IDR 1,845
USD/IDR 14,395
Emas
819,409 / gram

Mundur dari Dosen UI, Tini Buka Usaha Kuliner hingga Punya Lima Cabang

INSPIRATOR
Suparjo Ramalan
Rabu, 24 November 2021 17:47 WIB
Tini Ismiyani, eks dosen dari universitas ternama, Universitas Indonesia (UI) sukses memanfaatkan masa pandemi menjadi cuan.
Mundur dari Dosen UI, Tini Buka Usaha Kuliner hingga Punya Lima Cabang. (Foto: MNC Media)
Mundur dari Dosen UI, Tini Buka Usaha Kuliner hingga Punya Lima Cabang. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Tini Ismiyani, eks dosen dari universitas ternama, Universitas Indonesia (UI) sukses memanfaatkan masa pandemi menjadi cuan. Untuk melakukannya, bahkan dia rela meninggalkan profesinya untuk mendirikan usaha kulinernya sendiri.

Meski sudah mengabdi 12 tahun sebagai tenaga pengajar dengan penghasilan dan fasilitas yang baik di UI, tidak menyurutkan langkahnya untuk keluar dari kampus tercintanya. Dia memilih membangun usaha kuliner arem-arem mie untuk bisa memberikan manfaat lebih besar bagi banyak orang. 

Tini mengundurkan diri sebagai dosen di Universitas Indonesia karena ingin memulai usaha di rumah, dimana, melestarikan resep kuliner tradisional milik ibu mertuanya, yakni arem-arem mie atau lontong mie, salah satu jenis kuliner yang mulai langka. 

Selain memiliki hobi masak, Tini dan suami memiliki cita-cita yang cukup tinggi karena ingin membuka lapangan pekerjaan bagi orang banyak, sehingga manfaatnya dapat terasa lebih luas. 

“Menjadi dosen merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat sebagai tenaga pendidik. Sedangkan menjadi pengusaha juga bentuk pengabdian kepada masyarakat untuk membuka lapangan kerja serta meningkatkan perekonomian banyak orang. Setelah mencapai mimpi saya sebagai tenaga pendidik, kini saya memiliki mimpi untuk memberikan manfaat kepada masyarakat dari sisi ekonomi,” ujar Tini, Rabu (24/11/2021). 

Jangan takut bermimpi, kata Tini. Setiap orang berani mencoba dan terus belajar. Jangan takut dengan kegagalan, karena kegagalan dan jatuh itu adalah cara terbaik untuk kita bisa melompat lebih tinggi. 

Tini kini menjadi owner Arem Arem Mie Aremie Hj. Rully yang berlokasi di jalan Kelapa Dua Raya No. 36, Tugu, Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Sebelumnya, dia berkarir 12 tahun sebagai dosen di UI.

Ibu empat anak ini memutuskan resign pada 2020 di tengah hantaman pandemi. Sebuah keputusan yang sangat berani untuk mundur dari dosen dan banting setir menjadi pengusaha kuliner arem-arem mie. 

"Saat di rumah itu banyak waktu lebih, selain sambil mengurus anak, saya pun berpikir waktu luang ini harus dimanfaatkan. Akhirnya, sesuai hobi saya, saya mencoba masak. Lalu berpikir kira-kira masak apa bisa dijual dan dinikmati banyak orang. Kemudian saya memiliki ide untuk melanjutkan resep ibu yakni arem-arem mie. Kemudian saya coba terus belajar. Saya jual ke tetangga dan teman-teman dekat, ternyata responnya bagus," tuturnya.

Dia mengisahkan, pukul 02.00 pagi, di saat orang masih tidur nyenyak, dia sudah berjibaku di dapur untuk membuat arem-arem mie. Sekadar informasi, arem-arem mie merupakan makanan sejenis lontong yang terbuat dari bahan dasar mie, bukan dari nasi. 

Proses pembuatan arem-arem mie memakan waktu hingga 4-5 jam. "Resep ibu ini kami kembangkan. Ibu dulu hanya berjualan ke tetangga dan ibu-ibu pengajian. Padahal, cita-cita ibu dulu ingin punya usaha kuliner besar, tapi belum bisa ibu wujudkan. Maka sekarang bisa kami wujudkan," ungkap dia. 

Tini bercerita, pada awalnya yang mengerjakan hanya dia seorang. Dia pun dibantu sang suami untuk memasarkannya. Seiring perjalanan waktu, pesanannya makin banyak. Hingga akhirnya mereka memutuskan membuka gerai di rumah dibantu beberapa adiknya. 

"Sudah terlalu banyak pesanan, akhirnya kami memutuskan untuk membuka gerai dan kami juga fokus ke pengembangan usaha. Ini karena saya lihat usaha ini bisa bermanfaat membuka lapangan pekerjaan dan banyak kebermanfaatan lainnya apabila diseriusi dengan baik," jelasnya.

Hanya dalam waktu setahun, Aremie Hj. Rully miliknya kini telah memiliki 5 gerai dan mempekerjakan 15 orang karyawan serta mampu memproduksi hingga 9.000 butir arem arem mie setiap bulannya. Selain di Depok, juga terdapat di Stasiun MRT Lebak Bulus, Kemang, Kemanggisan, dan Kelapa Gading.

Arem-arem mie ini cukup langka ditemukan. Hingga saat ini, belum terlalu banyak kompetitor yang serius di usaha jenis ini, bahkan sebagian orang masih belum familiar dengan arem-arem mie. Oleh karena itu, Tini berharap kuliner arem-arem mie dari Aremie Hj. Rully bisa lebih eksis. 

"Belum ada yang dagang ini secara serius, tapi kami melihatnya peluang dan berprospek bagus," katanya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD