AALI
8250
ABBA
214
ABDA
6025
ABMM
3960
ACES
610
ACST
176
ACST-R
0
ADES
7175
ADHI
715
ADMF
8300
ADMG
167
ADRO
3960
AGAR
292
AGII
2350
AGRO
550
AGRO-R
0
AGRS
90
AHAP
85
AIMS
242
AIMS-W
0
AISA
164
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1635
AKRA
1350
AKSI
316
ALDO
655
ALKA
290
ALMI
392
ALTO
181
Market Watch
Last updated : 2022/09/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
534.58
0.21%
+1.10
IHSG
7040.80
0.07%
+4.60
LQ45
1011.48
0.24%
+2.44
HSI
17222.83
0.33%
+56.96
N225
25937.21
-1.84%
-484.84
NYSE
13608.29
-1.63%
-224.91
Kurs
HKD/IDR 1,939
USD/IDR 15,260
Emas
819,860 / gram

Nyaris Gulung Tikar, Begini Perjalanan Kopi Aroma Bandung Jelang Satu Abad 

INSPIRATOR
Fitri Rachmawati
Minggu, 11 September 2022 21:46 WIB
Pusat pengolahan dan penjualan kopi tersebut berdiri sejak 1930 dan tetap laris hingga kini.
Nyaris Gulung Tikar, Begini Perjalanan Kopi Aroma Bandung Jelang Satu Abad (Foto: MNC Media)
Nyaris Gulung Tikar, Begini Perjalanan Kopi Aroma Bandung Jelang Satu Abad (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Semerbak kopi tercium begitu wangi saat memasuki Toko dan Pabrik Kopi Aroma yang legendaris di Kota Bandung. Pusat pengolahan dan penjualan kopi tersebut berdiri sejak 1930 dan tetap laris hingga kini. 

Penggemar fanatiknya ada di mana-mana. Wisatawan pun banyak yang menjadikan Kopi Aroma sebagai oleh-oleh. Arsitektur bangunan Toko dan Pabrik Kopi Aroma bergaya art deco dari masa kolonial. Itu menjadikannya sebagai cagar budaya. 

Lokasi bangunan berada di sudut Jalan Banceuy dan Jalan Pecinan Lama, kawasan sibuk di pusat Kota Kembang. Terdapat tulisan besar “Aroma, Paberik - Kopi” pada bagian atas bangunan.

Pejalan kaki yang melintasi trotoar di depan toko bisa dengan jelas melihat kegiatan penimbangan dan pengemasan kopi dari balik kaca jendela.  

Di antara timbangan dan mesin-mesin penggiling kopi tempo doeloe dalam ruangan berukuran sekitar 6x6 meter itu, Widyapratama, 75 tahun, pemilik Kopi Aroma, menyambut MPI, Minggu (11/9/2022).

“Kami mempertahankan semua cara tradisional dalam pengolahan biji kopi di sini. Tanpa bahan kimia dan tambahan lain apalagi pewangi. Semua asli dan murni. Inilah tantangan sekaligus ciri khas Kopi Aroma,” tutur Widya yang setiap pagi masih terlibat dalam proses sangrai biji-biji kopi pilihan di pabriknya.

Foto: Fitri Rachmawati/ MNC Media

Dia menjelaskan, semua biji kopi di sana dierami hingga bertahun-tahun sebelum diolah untuk  proses penuaan yang maksimal. Hasil penuaan ini sangat mempengaruhi mutu: rasa dan aroma.

Halaman : 1 2 3 4
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD