AALI
9625
ABBA
242
ABDA
0
ABMM
2330
ACES
785
ACST
168
ACST-R
0
ADES
7025
ADHI
805
ADMF
8075
ADMG
174
ADRO
2930
AGAR
322
AGII
2080
AGRO
700
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
150
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1530
AKRA
1045
AKSI
300
ALDO
840
ALKA
298
ALMI
0
ALTO
206
Market Watch
Last updated : 2022/06/29 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
536.06
-0.29%
-1.55
IHSG
6982.30
-0.2%
-14.16
LQ45
1004.76
-0.29%
-2.88
HSI
22051.03
-1.64%
-367.94
N225
26718.40
-1.22%
-331.07
NYSE
14667.32
-1.13%
-167.98
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,844
Emas
868,854 / gram

Siapa Pemilik Roti Lauw? Gerombolan Gerobak Roti Legendaris di Jabodetabek

INSPIRATOR
Mohammad Yan Yusuf
Rabu, 25 Mei 2022 13:03 WIB
Siapa pemilik roti lauw yang kerap hilir mudik menyusuri sejumlah jalanan Jabodetabek dan gang pemukiman warga.
Siapa Pemilik Roti Lauw? Gerombolan Gerobak Roti Legendaris di Jabodetabek. (https://www.len-diary.com/)
Siapa Pemilik Roti Lauw? Gerombolan Gerobak Roti Legendaris di Jabodetabek. (https://www.len-diary.com/)

IDXChannel - Siapa pemilik roti lauw yang kerap hilir mudik menyusuri sejumlah jalanan Jabodetabek dan gang pemukiman warga.

Karena itu, untuk menjawab siapa pemilik roti lauw, ada baiknya ada menyimak penjelasan yang berhasil kami himpun dari berbagai sumber. 

Melalui artikel ini, Anda tidak hanya mengetahui siapa pemilik roti lauw, melainkan sejarah berdirinya roti dan perkembangannya hingga kini.

Sejak Tahun 1940

Roti Lauw, tertera dalam nama gerobak jajanan yang begitu dikenali oleh masyarakat. 

Bukan sekadar dikenali, roti ini ternyata sudah bertahan hingga puluhan tahun.

Belakangan pemiliknya, Lau Tjoan To mengawali sejak tahun 1940, ia mengawali usaha ini dengan membuat sendiri rotinya, dan menjualnya dengan gerobak. 

Setelah pamornya naik, pada 1948, ia membuka toko di Gondangdia. 

Berdasarkan brosur tua, Roti Lauw, yang menjadi koleksi Museum Pustaka Peranakan Tionghoa, mendapatkan informasi jika roti tersebut adalah langganan Istana Kepresidenan Bogor.

Lau Tjoan To atau dikenal dengan nama Junus Jahja memang lahir dari keluarga pembuat roti. 

Ayahnya Lau Lok Soei memiliki pabrik roti di Mester bernama insulinde.

Brand Idola 1980-an

Lauw, sempat jadi brand roti idola.

Terlebih ketika toko-toko roti Lauw mulai berdiri tahun 1980-an. 

Varian rasanya pun tak jauh berbeda dengan Tan EK Tjoan, tetapi Lauw tetap punya rasa khas sendiri. 

Sayang, sekarang ruang gerak bisnis roti satu ini tak selebar dulu.

Roti Lauw dan Cita Rasanya

Ketenaran Roti Lauw bukan saja karena cita rasanya, melainkan karena keawetannya yang sanggup disimpan selama tiga hari dan tetap tidak berubah rasanya apalagi menjadi bulukan. 

Salah satu jenis roti yang paling digemari konsumen adalah roti gambang.

Cita rasa roti yang padat, keras, dan berwarna kecoklatan itu memang akan membuat siapapun jadi bernostalgia. 

Tentunya roti ini bisa jadi alternatif mengganjal perut, sebab kolaborasi kayu manis, gula merah, dan. 

Taburan kacang wijen membuat perut kenyang dan puas.

Berkembang

Selain itu, pabrik Roti Lauw dikenal mampu menerima pesanan “roti buaya” yang menjadi persyaratan utama setiap acara lamaran perkawinan orang Betawi. 

Mereka juga yang mula-mula memperkenalkan roti buaya dengan isi coklat

Lauw, yang saat ini dikelola oleh generasi ketiga keluarga Lau Tjoan To, masih menjaga cita rasanya sebagai roti jadul. 

Ronico Yuswari, penerus generasi kedua Lauw Bakery, menuturkan  bahwa resep dan tampilan roti dari dahulu hingga kini masih sama.

Meski demikian, seiring perkembangan waktu dan produk makanan, Roti Lauw berinovasi sehingga hadir banyak pilihan rasa. 

Ada rasa keju, mocca, pisang keju, kacang, dan masih banyak lainnya.

Pasukan Gerobak Keliling 

Selain karena cita rasanya, Roti Lauw dikenal dengan penjualan melalui gerobak yang hingga kini masih dipertahankan. 

Roti legendaris ini sampai sekarang bukan hanya dijual lewat gerai-gerai tokonya, tetapi juga dijual oleh para pedagang gerobak keliling. 

Untuk memanggil para pembeli, pedagang gerobak roti Lauw biasanya akan menggunakan terompet pencet dengan bunyi yang khas.

Di sekitaran Cikini, setiap pagi akan ada deretan gerobak roti Lauw di depan toko ini, sebab para penjaja roti mengambil dagangan mereka di toko ini. 

Para pedagang itu akan menjajakan roti-roti ini di sekitar Stasiun Gondangdia.

Berkelas dan membumi, mungkin itu sebutan yang pas untuk menggambarkan bagaimana Roti Lauw sudah menjadi favorit berbagai kalangan. 

Bahkan bentuk gerobaknya pun tidak berubah, masih dengan gerobak yang dominan warna biru putih, yang bagian atasnya ada papan bertuliskan Roti Lauw.

Itulah penjelasan siapa pemilik Roti Lauw dan sejarahnya. Semoga informasi ini berguna bagi Anda dan menambah wawasan Anda. 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD