Jahja Setiaatmadja, Inspirator yang Meraih Lifetime Achievement IDX Channel Innovation Awards
Market News
Fahmi Abidin
Kamis, 15 Agustus 2019 18:45 WIB
Jahja Setiaatmadja, didaulat mendapat Lifetime Achievement di ajang IDX Channel Innovation Awards.
Jahja Setiaatmadja, Inspirator yang Meraih Lifetime Achievement IDX Channel Innovation Awards. (Foto: Ist)

IDXChannel - Tidak bisa dipungkiri, kepiawaian pimpinan memengaruhi kesuksesan sebuah perusahaan. Hal itu pula yang selama ini ditunjukkan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dibawah kepemimpinan Jahja Setiaatmadja, hingga akhirnya beliau didaulat mendapat Lifetime Achievement di ajang IDX Channel Innovation Awards, di Main Hall Bursa Efek Indonesia, di Jakarta, Rabu (14/8).

Berkarier lebih dari 23 tahun di sektor perbankan, pengalaman Jahja tidak lantas hanya dirasakan oleh segelintir orang, ia juga membagikan inspirasi dan profesionalitasnya kepada seluruh karyawan yang dipimpinnya. Kegigihan, determinasi, ketekunan dan loyalitas adalah salah satu kunci kesuksesan Jahja selama ini.

“Saya pikir ini adalah suatu langkah maju untuk memacu dari setiap perusahaan agar professionalismenya itu betul-betul dikembangkan agar perusahaan di Indonesia bisa menjadi lirikan bagi investor asing untuk invest disini,” kata Jahja Setiaatmadja selepas menerima penghargaan.

Lahir pada 14 September 1955 di Jakarta, pasangan Tio Keng Soen dan Tan Giok Kiem melahirkan seorang putra yang diberi nama Tio Sie Kian hingga akhirnya kini bernama Jahja Setiaatmadja yang memiliki makna ‘Jahja putra yang setia’.

Jahja kecil tumbuh besar di lingkungan keluarga sederhana. Ayahnya bekerja sebagai kepala kasir di Bank Indonesia (BI). Keluarga tersebut bahkan harus ‘hidup berpindah’ dan menumpang lantaran belum memiliki rumah sendiri. Kala itu gaji pegawai BI masih sangat kecil, belum seperti saat ini.

Dengan segala keterbatasan, Jahja kecil berkembang menjadi anak yang menonjol dalam akademik maupun kegiatan lain semisal karate. Ia selalu menjadi juara kelas. Bahkan akibat hobinya membaca dan seringkali tidak dengan jarak baca serta pencahayaan yang baik, Jahja sudah menggunakan kacamata sejak kelas 4 SD.

Usai menyelesaikan pendidikan SMA, sebetulnya ia berminat untuk melanjutkan studi kedokteran ataupun tenik. Namun, karena keterbatasan finansial Jahja akhirnya memilih jurusan ekonomi Unversitas Indonesia atas saran dari ayahnya.

Setelah malang melintang di berbagai perusahaan dengan segara prestasinya, Jahja akhirnya berlabuh ke Bank Central Asia pada 1990. Setelah berbagai level posisi sudah ia lakoni, akhirnya pada 2011 menjabat sebagai Presiden Direktur BCA hingga saat ini.

Meski perjalanan kariernya sukses dan mulus, Jahja nyatanya ia tetaplah orang yang sederhana dan rendah hati. Bahkan dalam sebuah wawancara, ia pernah menuturkan bahwa sesempurnanya seseorang, tak ada gading yang retak.

“Setiap orang itu pasti memiliki kelebihan dan pasti punya kekurangan, namun bagaimana kita melihat dari berbagai dua figur tersebut. Saya sendiri merasa bukan sosok yang paling sempurna. Janganlah orang mengambil panutan dari saya, akan tetapi ambillah yang menurut orang itu baik tentang saya. Kalau figur panutan, terus terang saya tidak ada, tetapi saya mencoba untuk autodidak dalam arti kita belajar dari kehidupan-kehidupan kita sebelumnya dan melihat orang-orang itu seperti apa,” pungkasnya bijak. (*)

Baca Juga