AALI
9725
ABBA
224
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1480
ACST
280
ACST-R
0
ADES
1665
ADHI
1165
ADMF
8075
ADMG
167
ADRO
1185
AGAR
428
AGII
1095
AGRO
910
AGRO-R
0
AGRS
570
AHAP
71
AIMS
494
AIMS-W
0
AISA
274
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
585
AKRA
3240
AKSI
785
ALDO
870
ALKA
242
ALMI
236
ALTO
318
Market Watch
Last updated : 2021/05/07 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
468.07
-0.98%
-4.61
IHSG
5928.31
-0.7%
-41.93
LQ45
880.72
-0.93%
-8.22
HSI
28610.65
-0.09%
-26.81
N225
29357.82
0.09%
+26.45
NYSE
0.00
-100%
-16348.41
Kurs
HKD/IDR 1,838
USD/IDR 14,290
Emas
835,733 / gram

Simak Konsep Marketing ala Nabi Muhammad SAW

INSPIRATOR
Fariza Rizki/okezone
Senin, 03 Mei 2021 08:11 WIB
Selama kegiatan berdagangnya di abad ke-7 masehi, Nabi Muhammad SAW tidak pernah menawarkan semua jenis produk dan menjanjikan semua solusi untuk semua orang.
Simak Konsep Marketing ala Nabi Muhammad SAW (FOTO:MNC Media)

IDXChannel – Terkadang setelah mendapatkan kesetiaan pelanggan, sebuah perusahaan cenderung memanfaatkan bahkan mengeksploitasi kesetiaan tersebut untuk terus meraup keuntungan finansial semata. Contohnya adalah bank yang terus menggemborkan bonus kartu kredit. 

Pelanggan yang dulunya cermat akan menjadi royal karena terpengaruh janji-janji yang ditawarkan sebuah perusahaan dengan produk mereka yang tampak sebagai solusi setiap permasalahan konsumen. Konsumen pun tidak bermurah hati dengan diri sendiri karena berbelanja dengan kurang cermat walaupun tahu ada bunga yang harus dibayar. 

Dilansir dari buku Strategi Andal dan Jitu Praktik Bisnis Nabi Muhammad karya Thorik Gunara dan Utus Hardiono Sudibyo, Senin (3/5/2021), dalam hal ini, baik korporasi atau konsumen sama-sama tidak saling bermurah hati sehingga menghancurkan hubungan yang sudah terjalin. 

Selama kegiatan berdagangnya di abad ke-7 masehi, Nabi Muhammad SAW tidak pernah menawarkan semua jenis produk dan menjanjikan semua solusi untuk semua orang, walaupun dia memiliki kepercayaan pelanggan. 

Nabi Muhammad SAW pernah bersabda “Kamu lebih mengetahui duniamu daripada aku.” Murah hati yang membentuk marketing ala Nabi menjaga siapa pun dari sikap pembodohan dan pemanfaatan konsumen. 

Murah hati adalah pusat dari soul marketing, sebuah konsep marketing yang dilakukan Nabi Muhammad. Dengan didasari sikap murah hati dan elemen kejujuran, keikhlasan, profesionalisme, dan silaturahmi yang berkesinambungan, akan membentuk sebuah pola pikir ideal dan paradigma baru bagi pengusaha. 

Nabi bersabda, “Allah memberikan rahmat-Nya pada setiap orang yang bersikap baik ketika menjual, membeli, dan membuat suatu pernyataan”. 

Nabi Muhammad bukan seorang pengusaha yang profit oriented, tetapi lebih mementingkan pengikatan hubungan jangka panjang dengan para pelanggannya. Dengan hubungan yang didasari saling menghormati dan percaya, Nabi justru menghasilkan profit lebih baik dibanding para pengusaha lain pada waktu itu. 

Dengan formula sederhananya, beliau telah menyentuh jiwa setiap orang yang berinteraksi dengannya. Di luar kapasitas Nabi Muhammad, jejak langkahnya yang menekankan bermurah hati adalah sebuah konsep sederhana dengan efek yang luar biasa. 

Marketing ala Nabi Muhammad dapat membentuk suatu hubungan jangka panjang antara perusahaan dan konsumen, saling mempercayai dan menguntungkan. Pengusaha bukan lagi sekadar membentuk konsumen yang loyal, tapi juga menerima kepercayaan konsumen. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD