AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20116.20
-0.27%
-55.07
N225
26604.84
-0.27%
-72.96
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,038 / gram

Tak Main-main, Pemuda 25 Tahun Ini Sukses Bisnis Ekspor hingga Mancanegara

INSPIRATOR
Jeanny Aipassa
Kamis, 11 November 2021 09:10 WIB
Pendiri Komunitas Bisa Ekspor, bernama Julio (25) menyebut, untuk merintis bisnis ekspor tak perlu mendirikan pabrik.
Tak Main-main, Pemuda 25 Tahun Ini Sukses Bisnis Ekspor hingga Mancanegara (FOTO:MNC Media)
Tak Main-main, Pemuda 25 Tahun Ini Sukses Bisnis Ekspor hingga Mancanegara (FOTO:MNC Media)

IDXChannel – Pendiri Komunitas Bisa Ekspor, bernama Julio (25) menyebut, untuk merintis bisnis ekspor tak perlu mendirikan pabrik. Kok bisa? 

Ya, menurutnya untuk masa sekarang ini, bisnis ekspor bisa dilakukan dengan menggunakan jaringan dari berbagai aplikasi atau media sosial untuk mengekspor komoditas atau produk tertentu.  

“Sekarang nih anak muda tuh jangan punya pabrik, gak perlu punya pabrik karena asetnya besar. Saya melihat perusahaan besar seperti Go-Jek dan Tokopedia itu enggak punya pabrik, tapi fokus di aset mereka. Ini bisa jadi  contoh,” kata Julio di video youtube channel Pecah Telur, seperti dikutip MNC Portal Indonesia, Selasa (9/11/2021). 

Dia menjelaskan, siapapun yang ingin membangun bisnis ekspor, terutama anak muda, sebaiknya tidak memikirkan untuk membangun pabrik karena membutuhkan modal yang besar.  

“Point of view saya buat teman-teman yang masih merintis kalo kita berfikir ekspor itu harus punya pabrik, entar ujung-ujungnya malah enggak ekspor,” ujar Julio. 

Daripada menyiapkan modal yang besar untuk membangun sebuah pabrik, Julio lebih menyarankan pada para pemula untuk menghasilkan sebuah produk, dengan brand sendiri, kemudian dijual ke luar negeri. 

Cara untuk memasarkan produknya dapat dilakukan dengan bantuan dari berbagai aplikasi ekspor yang tersedia saat ini. Salah satunya aplikasi belajar ekspor yang diinisasi Julio bersama Komunitas Bisa Ekspor.  

Strategi seperti itulah yang dilihat Julio dari brand-brand luar negeri yang masuk ke Indonesia, dan saat ini strategi itu sedang dijalankan oleh dirinya dalam membangun usahanya yang baru.

Berikut, tiga tips Julio bagi milenial yang mau ekspor:  

1. Buka mindset, harus mau belajar dari yang sudah pengalaman, dari aplikasi, YouTube, dan komunitas.   

2. Harus kerja keras, karena banyak sekali anak muda yang sekarang suka ngomong saya mau kerja cerdas bukan kerja keras. Tapi menurut saya kerja keras harus, karena itu memperkaya pengalaman. 

3. Jangan menyerah, kalau jatuh berdiri lagi, kalau ditipu bangkit lagi. dan harus berani ambil risiko.  

Julio dikenal sebagai pengusaha muda yang mulai menembus pasar ekspor sejak berusia 19 tahun. Ekspor briket yang dirintisnya kini telah menembus 15 negara.  

Selain itu, Julio juga merambah bisnis skin care dengan brand Daiji yang telah diekspor ke Malaysia. Dalam usia yang baru mencapai 25 tahun, Julio mampu membuktikan, anak muda yang hanya lulusan SMA bisa menjadi pengusaha dan menembus pasar ekspor. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD