IDXChannel—Artikel ini akan mengulas tentang bos batu bara di Indonesia dengan perusahaan pertambangan yang telah melantai di Bursa Efek Indonesia dan memiliki kapitalisasi pasar terbesar.
Beberapa emiten batu bara dimiliki oleh sederet orang-orang paling kaya di Indonesia. Mereka memegang kepemilikan saham mayoritas, atau bahkan menjadi pemegang saham pengendali di perusahaannya.
Industri batu bara kerap disebut telah sampai pada penghujung usianya. Selain karena cadangan yang makin menipis, wacana pengalihan energi berbasis sumber daya ekstratif ke energi terbarukan mulai perlahan terealisasi.
Namun demikian, perusahaan batu bara tetap bertahan, dengan operasional yang kerap kali mendulang cuan yang fantastis, sampai-sampai emiten batu bara tak pernah absen membagi-bagikan dividen setiap tahun.
Investor kebagian untung, maka bos batu bara jauh lebih untung lagi. Sebagai pemilik saham mayoritas, tentu mereka turut mendapat keuntungan saat harga sahamnya naik, atau saat perusahaannya membagikan dividen.
3 Bos Batu Bara di Indonesia
Low Tuck Kwong atau Dato’ Dr Low Tuck Kwong adalah bos batu bara pemilik PT Bayan Resources Tbk (BYAN), salah satu emiten berkapitalisasi pasar jumbo. Saat ini, market cap BYAN mencapai Rp641,66 triliun.
Low Tuck Kwong menjabat sebagai direktur utama sekaligus pemegang saham pengendali BYAN, ia tercatat memiliki 61,05% saham. Setara dengan 20,35 miliar lembar saham. Forbes mencatat harta kekayaannya saat ini mencapai USD25,6 miliar. Nilai itu setara dengan Rp407,34 triliun.
Garibaldi Thohir atau Boy Thohir, adalah kakak dari Menteri BUMN Erick Thohir, sekaligus pemilik PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO). Boy menjabat sebagai presiden direktur sekaligus pemegang saham mayoritas.
Ia memiliki saham ADRO secara pribadi sebanyak 6,18% atau setara dengan 1,97 miliar lembar saham. Boy mendirikan perusahaan ini bersama Edwin Soeryadjaya dan TP Rachmat.
ADRO memiliki konsesi pertambangan yang tersebar di Sumatera dan Kalimantan. ADRO juga merupakan salah satu perusahaan pertambangan dengan cadangan batu bara yang besar.
Forbes mencatat harta kekayaannya mencapai USD3,45 miliar, nilai ini setara dengan Rp54,89 triliun.
3. Kiki Barki
Barki adalah pendiri PT Harum Energy Tbk (HRUM). Putranya, Lawrence Barki, saat ini menjabat sebagai Komisaris Utama di perusahaan yang didirikannya. Putra bungsunya juga menjabat sebagai komisaris. HRUM sendiri didirikan pada 1995. Forbes mencatat harta kekayaan Kiki Barki saat ini mencapai USD1,3 miliar.
Itulah sederet bos batu bara di Indonesia dengan harta kekayaan yang fantastis. (NKK)