sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

3 Tahun Covid-19 Tak Teratasi, Ekonomi Dunia Dalam Bahaya

Market news editor Kunthi Fahmar Sandy
22/01/2021 14:17 WIB
Bila dalam 3-5 tahun virus Covid-19 tidak bisa teratasi, maka diprediksi ekonomi dunia dalam bahaya.
3 Tahun Covid-19 Tak Teratasi, Ekonomi Dunia Dalam Bahaya (FOTO: MNC Media)
3 Tahun Covid-19 Tak Teratasi, Ekonomi Dunia Dalam Bahaya (FOTO: MNC Media)

IDXChannel – Dunia masih berjibaku untuk menjinakkan dan menangkal penyebaran virus Covid-19. Bila dalam 3-5 tahun virus ini tidak bisa teratasi, maka diprediksi ekonomi dunia dalam bahaya

Hal tersebut terungkap dalam Laporan Risiko Global dari Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum).

Wabah covid-19 dapat meningkatkan kesenjangan dan perpecahan sosial. Bahkan dalam 3-5 tahun mendatang akan mengancam perekonomian, dan dalam 5-10 tahun mendatang akan memperlemah stabilitas geopolitik.     

"Dalam jangka menengah 3-5 tahun responden yakin bahwa dunia akan terancam oleh ancaman ekonomi dan teknologi berkelanjutan, yang mungkin memerlukan waktu beberapa tahun untuk terjadi seperti pecahnya gelembung aset, rusaknya infrastruktur TI, ketidakstabilan harga, dan krisis utang," kata Managing Director di World Economic Forum Saadia Zahidi dalam laporannya di Jakarta, Jumat (22/1/2021).

Ancaman eksistensial 5-10 tahun dimana senjata pembunuh massal, keruntuhan negara, hilangnya keanekaragaman hayati, dan kemajuan teknologi yang merugikan mendominasi perhatian jangka panjang.  

“Kita tahu betapa sulitnya bagi pemerintah, bisnis, dan pemangku kepentingan lainnya untuk mengatasi risiko jangka panjang semacam ini, namun pelajarannya di sini adalah agar kita semua menyadari bahwa mengabaikan hal-hal itu tidak memperkecil kemungkinan terjadinya hal-hal tersebut," beber dia.

Saadia Zahidi melanjutkan ketika pemerintah, bisnis, dan masyarakat keluar dari situasi pandemi, kini mereka harus segera membentuk sistem ekonomi dan sosial baru yang meningkatkan daya tahan dan kapasitas kolektif kita untuk merespon guncangan sosial sekaligus menekan ketidaksetaraan, meningkatkan kesehatan, dan melindungi planet. 

Laporan ini juga merefleksikan respons terhadap Covid-19, mengambil pelajaran untuk memperkuat ketahanan global. 

"Pandemi pada tahun 2020 adalah sebuah uji stres yang mengguncang landasan perekonomian dan masyarakat seluruh dunia," katanya. 

Menurut Saadia membangun kembali ketahanan terhadap gangguan sistemik akan memerlukan pendanaan yang signifikan, kerja sama internasional, dan ikatan sosial yang lebih besar. 

Namun ketahanan juga akan bergantung pada pertumbuhan yang berkelanjutan dalam hal konektivitas di seluruh dunia, seperti yang kita ketahui bahwa perekonomian yang melakukan digitalisasi lebih awal mengalami kinerja lebih baik pada tahun 2020.

Seperti diketahui, banyak negara melakukan berbagai cara untuk mempersempit penyebaran virus Covid-19, seperti yang dilakukan pemerintah dengan melakukan pembatasan sosial atau Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali

Pemerintah juga terus menggalakkan gerakan 3 M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak), hingga menjalankan program vaksinasi covid-19 secara massal. Sampai menggelontorkan dana yang dianggarkan hingga Rp 61,8 triliun untuk penanganan covid-19. (RAMA)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement