IDXChannel – Ada sejumlah perusahaan tambang nikel terbesar di Indonesia yang memiliki produksi melimpah. Tak heran, Indonesia menjadi salah satu produsen nikel terbesar di dunia.
Nikel menjadi komoditas penting yang sangat dibutuhkan kehidupan manusia. Komoditas ini memiliki prospek yang cerah seiring dengan pertumbuhan industri kendaraan listrik (EV) yang eksponensial saat ini. Hal ini lantaran nikel merupakan bahan baku penting dalam pembuatan baterai pada industri kendaraan listrik.
Lantas, apa saja perusahaan tambang nikel terbesar di Indonesia? IDXChannel merangkum beberapa daftarnya sebagai berikut.
Daftar Perusahaan Nikel Terbesar di Indonesia
Berdasarkan laporan Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), produksi nikel di dunia pada 2022 ditaksir mencapai 3,3 juta metrik ton. Jumlah ini meningkat lebih dari 20,8% dibanding tahun sebelumnya yang hanya 2,73 juta metrik ton.
Dari total tersebut, Indonesia menjadi salah satu penyumbang nikel terbesar dengan produksi yang diperkirakan mencapai 1,6 juta metrik ton atau 48,48% dari total produksi nikel secara global.
Berikut beberapa perusahaan tambang nikel terbesar di Indonesia yang turut menyumbangkan produksi nikel dalam jumlah besar.
1. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)
Salah satu perusahaan tambang nikel terbesar di Indonesia adalah PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). Perusahaan pelat merah ini dikenal memproduksi emas dan bauksit serta nikel. Pada 2022, Antam berhasil memproduksi bijih nikel hingga mencapai 8,62 juta wet metric ton (WMT).
Selain itu, perusahaan ini juga berhasil memproduksi feronikel hingga sebanyak 24.210 ton. Produk feronikel ini menjadi kontributor penjualan Antam terbesar kedua dengan total penjualan mencapai Rp6,85 triliun sepanjang 2022. Adapun total penjualan segmen nikel baik bijih nikel maupun feronikel mencapai Rp12,03 triliun.
Antam memiliki wilayah tambang yang meliputi Pulau Maniang, Kecamatan Pomalaa, Kecamatan Lasolo, Kecamatan Asera dan Molawe di Sulawesi Tenggara serta Kecamatan Maba di Maluku Utara.
2. PT Vale Indonesia Tbk (INCO)
PT Vale Indonesia Tbk (INCO) juga menjadi salah satu perusahaan tambang nikel terbesar di Indonesia. Perusahaan ini berhasil memproduksi nikel matte dengan catatan pendapatan mencapai Rp8,3 triliun. Angka tersebut merupakan pencapaian terbesar perusahaan ini yang naik sebesar 38% dari pendapatan di semester pertama 2021.
INCO memiliki beberapa wilayah tambang nikel yang luas meliputi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara.
3. PT Bintang Delapan Mineral
PT Bintang Delapan Mineral adalah salah satu bagian dari Bintang Delapan Group yang bergerak di pertambangan nikel. Dilansir dari laman resmi perusahaan, Bintang Delapan Mineral memiliki konsesi seluas 47 ribu hektare di Morowali, Sulawesi Tengah. Perusahaan ini juga memiliki fasilitas pemurnian atau smelter nikel.
Perusahaan ini memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Desa Bahomoahi, Bahomotefe, Lalampu, Lele, Dampala, Siumbatu, Bahodopi, Keurea, dan Fatufia, Kecamatan Bungku Tengah dan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah.
4. PT Trimegah Bangun Persada (Harita Group)
PT Trimegah Bangun Persada (Harita group) merupakan salah satu perusahaan tambang nikel di Kawasi, Maluku Utara, Halmahera Selatan. Proyek utama perusahaan ini adalah Obi Industrial State yang memproduksi nikel untuk berbagai keperluan seperti produksi stainless steel, industri otomotif, campuran baja, dan lain sebagainya.
Trimegah Bangun Persada melalui anak usahanya yakni Halmahera Persada Lygend (HPL) memproduksi nikel sulfat dan memiliki pabrik nikel sulfat terbesar di dunia. Pabrik ini terletak di Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara. Pabrik ini memiliki kapasitas produksi nikel sulfat mencapai 240 ribu ton per tahun.
Itulah beberapa perusahaan tambang nikel terbesar di Indonesia yang memiliki kapasitas produksi melimpah.