IDXChannel - PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) mencatatkan laba bersih USD30 juta atau setara Rp510 miliar (kurs Rp17.000 per USD) sepanjang 2025.
Capaian tersebut meningkat 30 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya USD22,78 di tengah pelemahan harga nikel global.
Dalam laporan keuangan yang dipublikasikan, Selasa (31/3/2026) MBMA membukukan penurunan pendapatan sebesar 22,18 persen dari USD1,844 juta menjadi USD 1,435 miliar.
Adapun penurunan pendapatan ini akibat kerugian anak usaha, PT Merdeka Industri Anantha (smelter HPAL ESG). MBMA juga menanggung porsi lebih besar dari kerugian PT Merdeka Tsingshan Indonesia (pabrik acid iron metal/AIM) dibandingkan porsinya di aset nikel yang profitable.
Secara operasional, tambang nikel Sulawesi Cahaya Mineral (SCM) menjadi salah satu pendorong utama dengan peningkatan volume produksi yang signifikan sebesar USD1,43 miliar .