IDXChannel - Wakil Tetap RI untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Duta Besar Umar Hadi, menyampaikan duka dan kemarahan atas serangan terhadap pasukan pemelihara perdamaian Indonesia di United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Hal ini disampaikan dalam Sidang Darurat Dewan Keamanan PBB (DK PBB) mengenai situasi di Lebanon di New York pada Selasa waktu setempat. Sidang darurat ini diselenggarakan atas desakan Indonesia bersama Prancis, sebagai wujud komitmen panjang Indonesia terhadap operasi perdamaian PBB.
Umar Hadi mengutuk keras serangan pada 29 dan 30 Maret 2026 yang mengakibatkan tiga prajurit Indonesia gugur, serta lima prajurit lainnya terluka.
Indonesia menyampaikan bahwa eskalasi ini berakar dari serangan militer Israel yang berulang kali melanggar kedaulatan Lebanon dan menargetkan wilayah tersebut. Indonesia menekankan bahwa serangan berulang ini merupakan ancaman langsung terhadap perdamaian dunia, serta dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang di bawah hukum internasional.
Terkait hal tersebut, Indonesia menuntut dilakukannya penyelidikan yang segera, menyeluruh, dan transparan.