ACMF menempatkan Indonesia sebagai salah satu anggota penting dalam kerja sama regulator pasar modal ASEAN. Dukungan tersebut sekaligus mencerminkan komitmen bersama otoritas pasar modal di kawasan untuk memperkuat transparansi, meningkatkan efektivitas penegakan hukum terhadap pelanggaran pasar, serta mendorong peningkatan likuiditas dan pengembangan pasar modal yang berkelanjutan.
OJK mengapresiasi dukungan ACMF tersebut sebagai bentuk pengakuan regional terhadap langkah-langkah reformasi pasar modal Indonesia sekaligus momentum untuk terus memperkuat integritas, kredibilitas, dan daya saing pasar modal nasional.
OJK berkomitmen melanjutkan agenda reformasi pasar modal secara konsisten dan berkelanjutan melalui penguatan tata kelola, peningkatan kualitas keterbukaan informasi, efektivitas pengawasan dan penegakan hukum, serta pengembangan struktur pasar yang semakin transparan, likuid, dan efisien.
Adapun berbagai langkah tersebut merupakan bagian dari upaya OJK untuk memperkuat pelindungan investor, meningkatkan kepercayaan pelaku pasar, serta memastikan pasar modal Indonesia terus berkembang sejalan dengan praktik terbaik dan standar internasional.
Penguatan Integrasi Pasar Modal ASEAN
Selain menyampaikan dukungan terhadap Indonesia, pertemuan ACMF membahas kemajuan implementasi ACMF Action Plan 2026–2030 yang mencakup peningkatan konektivitas pasar modal, pengembangan keuangan berkelanjutan, penguatan tata kelola perusahaan, pengembangan pasar modal syariah, serta kerja sama pengawasan dan penegakan hukum.