AALI
9725
ABBA
394
ABDA
0
ABMM
1420
ACES
1220
ACST
232
ACST-R
0
ADES
3000
ADHI
1025
ADMF
7725
ADMG
198
ADRO
1815
AGAR
330
AGII
1505
AGRO
1925
AGRO-R
0
AGRS
176
AHAP
81
AIMS
456
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
920
AKRA
4190
AKSI
424
ALDO
1035
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
272
Market Watch
Last updated : 2021/12/03 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
501.87
-1.3%
-6.63
IHSG
6538.51
-0.69%
-45.31
LQ45
938.93
-1.11%
-10.56
HSI
23766.69
-0.09%
-22.24
N225
28029.57
1%
+276.20
NYSE
0.00
-100%
-16133.89
Kurs
HKD/IDR 1,845
USD/IDR 14,395
Emas
819,409 / gram

Ada BBCA hingga ASII, Begini Perbedaan LQ45 dan IDX30

MARKET NEWS
Shifa Nurhaliza
Rabu, 24 November 2021 15:20 WIB
Perbedaan LQ45 dan IDX30 nyatanya dapat dilihat dari ruang lingkupnya yang dimana IDX30 lebih kecil disbanding indeks LQ45.
Ada BBCA hingga ASII, Begini Perbedaan LQ45 dan IDX30. (Foto: Perbedaan LQ45 dan IDX30)
Ada BBCA hingga ASII, Begini Perbedaan LQ45 dan IDX30. (Foto: Perbedaan LQ45 dan IDX30)

IDXChannel - Perbedaan LQ45 dan IDX30 nyatanya dapat dilihat dari ruang lingkupnya yang dimana IDX30 lebih kecil disbanding indeks LQ45. Indeks IDX30 diketahui hadir untuk mengukur kinerja 30 saham, sementara indeks LQ45 hadir untuk mengukur kinerja 45 saham emiten tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). 

Dilansir dari laman website Bursa Efek Indonesia, Rabu (24/11/2021), Indeks LQ45 merupakan indeks yang mengukur dan meninjau kinerja harga 45 saham tercatat di BEI dan memiliki likuiditas tinggi dengan kapitalisasi pasar besar dan juga memiliki fundamental perusahaan yang baik.

Sedangkan, IDX30 merupakan indeks yang mengukur kinerja dari 30 saham tercatat di BEI yang juga berasal dari saham indeks LQ45. Jika jumlah indeks LQ45 mengukur kinerja 45 saham, maka saham-saham yang ke daftar IDX30 merupakan saham-saham yang sudah melalui proses spesifikasi yang lebih ketat sehingga hanya menyisakan 30 saham saja.

Oleh sebab itu, likuiditas dari saham-saham di indeks IDX30 lebih tinggi jika dibandingkan dengan LQ45. Indeks LQ 45 memiliki tujuan sebagai pelengkap IHSG dan khusus dihadirkan untuk menyediakan sarana obyektif dan juga terpercaya bagi analisis keuangan, investor, manajer investasi, dan juga analis pasar modal lainnya dalam memonitor pergerakan harga saham-saham yang sedang aktif diperdagangkan.

Adapun kriteria suatu saham untuk bisa masuk dalam perhitungan indeks LQ45 yakni telah tercatat di BEI minimal tiga bulan, masuk dalam 60 saham berdasarkan nilai transaksi di pasar regular. Kemudian, dari sebanyak 60 saham tersebut, 30 saham lain dengan nilai transaksi terbesar secara otomatis akan masuk dalam perhitungan indeks LQ45. Selain melihat kriteria likuiditas dan kapitalisasi pasar tersebut di atas, indeks LQ45 akan melihat juga keadaan keuangan dan prospek pertumbuhan perusahaan tersebut.

Sedangkan untuk indeks IDX30, saham pada indeks tersebut memiliki likuid yang lebih jika dibandingkan dengan indeks LQ45. Untuk menyingkirkan 15 saham lainnya agar menjadi 30 saham saja jumlahnya, terdapat penilaian yang harus diterapkan. Penilaian indeks IDX30 didasarkan pada likuiditas saham, juga kapitalisasi pasar. Saham dengan likuiditas tinggi berarti saham tersebut memiliki eksistensi yang sangat diminati oleh para investor.

Sementara itu, jika ditinjau dari segi kapitalisasi suatu saham yang semakin besar berarti nilai dari perusahaan tersebut juga semakin tinggi. Melihat betapa sulitnya sutau saham emiten untuk masuk dalam jajaran IDX30, keberadaannya dapat dijadikan sebagai acuan harga saham serta kondisi saham di pasar modal. Pada tahun 2021, saham yang tergabung masuk pada indeks IDX30, antara lain ADRO, ANTM, ASII, BBCA, BBNI, BBRI, BBTN, BMRI, dan masih ada pula lainnya.

Sedangkan saham-saham yang masuk kedalam indeks LQ45 hingga November 2021 ini yakni ACES (Ace Hardware Indonesia), BMRI (Bank Mandiri), ASII (Astra International), BBCA (Bank Central Asia), ADRO (Adaro Energy), AKRA (AKR Corporindo), ANTM (Aneka Tambang), hingga BBNI (Bank Nasional Indonesia), dan lainnya. (SNP)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD