Selain itu, langkah ini juga diharapkan dapat menyelaraskan basis operasional dengan struktur investor, sekaligus memperluas jangkauan pemodal.
Sebagai bagian dari strategi pertumbuhan di Indonesia, perusahaan juga telah membuka kantor perwakilan di Jakarta untuk memperkuat hubungan dengan investor serta mendukung ekspansi bisnis di dalam negeri.
Dalam rencana IPO tersebut, sekitar 15 persen saham baru akan dilepas ke publik guna memenuhi ketentuan minimum free float.
Dana hasil penawaran saham ini akan digunakan untuk mendukung belanja modal, termasuk pengembangan infrastruktur di PT Kahayan Agro Plantation serta pembangunan pabrik kelapa sawit baru.
AEP menargetkan proses IPO dapat rampung pada pertengahan 2026, dengan catatan seluruh persetujuan regulator, termasuk dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI, dapat diperoleh sesuai jadwal.