sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Agung Podomoro Land (APLN) Raup Laba Bersih Rp185 Miliar di Semester I-2026

Market news editor Rahmat Fiansyah
02/08/2026 22:00 WIB
PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) mencatatkan laba bersih sebesar Rp184,7 miliar pada semester I-2026.
PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) mencatatkan laba bersih sebesar Rp184,7 miliar pada semester I-2026. (Foto: Ist)
PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) mencatatkan laba bersih sebesar Rp184,7 miliar pada semester I-2026. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Agung Podomoro Land Tbk (APLN) mencatatkan laba bersih sebesar Rp184,7 miliar pada semester I-2026. Angka ini berbalik positif dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang membukukan rugi bersih Rp108,8 miliar.

Capaian positif tersebut sejalan dengan penjualan dan pendapatan usaha yang melonjak 117 persen menjadi Rp3,66 triliun pada periode yang sama. Membaiknya kinerja perseroan didukung oleh meningkatnya pengakuan penjualan dari proyek-proyek unggulan, optimalisasi portofolio aset, serta pengelolaan operasional yang semakin efisien. 

Hingga Juni 2026, marketing sales tercatat sebesar Rp603 miliar (net PPN) dari target tahun 2026 sebesar Rp1,4 triliun. Capaian marketing sales tersebut didorong oleh permintaan yang tetap kuat terhadap produk hunian, khususnya rumah tapak, serta proyek mixed-use milik perseroan.

Corporate Secretary PT Agung Podomoro Land Tbk Justini Omas mengatakan capaian tersebut menunjukkan strategi perseroan dalam menjaga fundamental bisnis tetap kokoh di tengah dinamika ekonomi global dan domestik telah berjalan sesuai rencana.

"Kinerja semester pertama tahun ini menunjukkan bahwa implementasi strategi bisnis berjalan sesuai arah yang kami tetapkan. Pertumbuhan bisnis yang berhasil dicapai memberikan keyakinan bagi kami untuk terus menjaga momentum pertumbuhan hingga akhir tahun," katanya dalam keterangan resmi dikutip Minggu (2/8/2026).

Justini memaparkan, peningkatan pengakuan penjualan APLN pada semester I-2026 terutama didorong oleh penjualan Mall Deli Park Medan senilai Rp2,2 triliun kepada PT DPM Assets Indonesia (DPMAI) melalui anak usaha APLN, PT Sinar Menara Deli (SMD).

Penjualan tersebut merupakan bagian dari strategi APLN dalam melakukan optimalisasi dan penyeimbangan kembali portofolio aset. Dengan langkah tersebut, perseroan dapat lebih fokus pada pengembangan dan pengelolaan aset-aset yang memberikan kontribusi tinggi terhadap kinerja jangka panjang.

“Monetisasi aset bernilai tinggi menjadi bukti bahwa APLN mampu membangun nilai tambah terhadap aset-asetnya. Sebagai perusahaan properti, APLN akan terus membangun dan mengembangkan proyek-proyek baru yang memberikan nilai serta dampak ekonomi positif secara berkelanjutan,” tuturnya.

Pengakuan penjualan APLN meningkat hampir tiga kali lipat menjadi Rp3,11 triliun dibandingkan Rp1,06 triliun pada semester I-2025. Adapun pendapatan berulang (recurring income) tetap memberikan kontribusi sebesar Rp549,9 miliar sehingga menopang kinerja perseroan secara lebih berkelanjutan.

Seiring peningkatan penjualan, laba bruto perseroan naik sekitar 91 persen menjadi Rp1,24 triliun. Di sisi lain, beban bunga dan biaya keuangan berhasil ditekan menjadi Rp206,1 miliar. 

Perbaikan kinerja APLN juga tercermin dari penurunan total liabilitas. Pada semester I-2026, liabilitas tercatat sebesar Rp10,37 triliun, lebih rendah dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp11,28 triliun. 

Dalam 2,5 tahun terakhir, APLN secara agresif menurunkan beban utangnya. Sebagai gambaran, pada akhir 2023 total liabilitas perseroan masih mencapai Rp14,87 triliun. Artinya, selama periode tersebut APLN berhasil mengurangi liabilitas hingga Rp4,50 triliun.

"Kami terus berfokus pada pengembangan proyek yang memiliki permintaan tinggi, mempercepat penyelesaian proyek, serta mengelola aset secara optimal agar mampu menciptakan nilai tambah sekaligus menjaga profitabilitas dan kesehatan keuangan perseroan," katanya.

Fundamental keuangan APLN juga semakin kuat. Hingga akhir Juni 2026, posisi kas dan setara kas meningkat menjadi Rp1,13 triliun, sementara arus kas dari aktivitas operasi mencapai Rp1,51 triliun.

Justini menegaskan industri properti masih akan menghadapi berbagai tantangan hingga akhir tahun. Tren kenaikan suku bunga perbankan, tingkat keyakinan konsumen terhadap perekonomian yang belum sepenuhnya pulih, serta penurunan daya beli kelas menengah dapat memengaruhi keputusan konsumen dalam membeli properti.

Namun demikian, dengan pengalaman lebih dari 56 tahun di industri properti nasional, APLN optimistis mampu mengoptimalkan berbagai peluang yang ada.

“Kami telah melalui berbagai fase krisis ekonomi dan keuangan yang pernah terjadi. Dengan komitmen memberikan layanan terbaik, standar produk berkualitas, serta nilai aset yang terus bertumbuh, kami percaya APLN akan tetap menjadi pilihan terbaik konsumen,” kata Justini.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement