IDXChannel - Pendiri Evergrande, perusahaan yang menjadi pusat krisis properti China, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup dan seluruh harta pribadinya disita.
Hui Ka Yan mengaku bersalah pada April atas beberapa tuduhan, termasuk penggelapan aset dan penyuapan.
Pengadilan Rakyat Menengah Shenzhen juga mendenda Evergrande Group sebesar 8,82 miliar yuan (Rp23 triliun), sementara unit real estatnya diperintahkan untuk membayar 7 miliar yuan (Rp18 triliun).
Dilansir dari BBC pada Kamis (20/8/2026), Hui mendirikan Evergrande pada 1996.
Ia menyaksikan pertumbuhan pesat perusahaannya melalui ekspansi agresif yang didanai dengan uang pinjaman dalam jumlah besar.
Perusahaan tersebut menjadi pengembang real estat terbesar di Tiongkok, dengan valuasi pasar saham lebih dari USF50 miliar, tetapi runtuh pada 2021.