Perbaikan kinerja APLN juga tercermin dari penurunan total liabilitas. Pada semester I-2026, liabilitas tercatat sebesar Rp10,37 triliun, lebih rendah dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp11,28 triliun.
Dalam 2,5 tahun terakhir, APLN secara agresif menurunkan beban utangnya. Sebagai gambaran, pada akhir 2023 total liabilitas perseroan masih mencapai Rp14,87 triliun. Artinya, selama periode tersebut APLN berhasil mengurangi liabilitas hingga Rp4,50 triliun.
"Kami terus berfokus pada pengembangan proyek yang memiliki permintaan tinggi, mempercepat penyelesaian proyek, serta mengelola aset secara optimal agar mampu menciptakan nilai tambah sekaligus menjaga profitabilitas dan kesehatan keuangan perseroan," katanya.
Fundamental keuangan APLN juga semakin kuat. Hingga akhir Juni 2026, posisi kas dan setara kas meningkat menjadi Rp1,13 triliun, sementara arus kas dari aktivitas operasi mencapai Rp1,51 triliun.
Justini menegaskan industri properti masih akan menghadapi berbagai tantangan hingga akhir tahun. Tren kenaikan suku bunga perbankan, tingkat keyakinan konsumen terhadap perekonomian yang belum sepenuhnya pulih, serta penurunan daya beli kelas menengah dapat memengaruhi keputusan konsumen dalam membeli properti.