Alih-alih mengejar volume penumpang yang tidak efisien, Indonesia AirAsia bergerak cepat menyesuaikan kapasitas, memangkas rute yang kurang potensial, dan menyesuaikan harga tiket dengan tetap mempertahankan load factor di angka 82 persen.
"Fokus kami pada efisiensi biaya internal, terutama pemangkasan anggaran pemasaran non-esensial dan penataan jadwal perawatan pesawat, berhasil menurunkan biaya operasional sebesar 2,2 persen sekaligus menekan kerugian operasional utama kami di 6,9 persen,” jelas Captain Achmad Sadikin dalam keterangan resmi, Selasa (28/7/2026).
Memasuki semester kedua 2026, perseroan berkomitmen mempercepat pemulihan kinerja melalui peningkatan utilisasi armada serta integrasi layanan Fly-Thru AirAsia Group yang menghubungkan penumpang ke lebih dari 150 destinasi di Asia-Pasifik.
Strategi ini diharapkan mampu menjaga keberlangsungan bisnis di tengah fluktuasi pasar.
“Kami akan terus mencermati perkembangan pasar dengan mengedepankan fleksibilitas operasional dan disiplin struktur biaya. Langkah terukur ini menjadi kunci utama untuk menjaga keberlanjutan bisnis perseroan, sambil tetap menghadirkan layanan penerbangan yang berkualitas dan terjangkau bagi para penumpang,” kata Sadikin. (Febrina Ratna Iskana)