“Hal ini lumrah mengingat harga saham yang mengalami kenaikan tinggi. Dengan kenaikan yang masif, aksi profit taking memang sering terjadi oleh investor,” ujar Michael, Jumat (9/1/2026).
Ia kemudian memaparkan level teknikal sejumlah saham, dimulai dari BRMS. Michael menilai saham tambang emas tersebut masih memiliki ruang pergerakan, meski investor perlu mencermati area kunci.
“Support untuk BRMS adalah 1.190. Resistance di 1.335,” katanya.
Michael menambahkan, pergerakan BRMS akan semakin menarik jika mampu menembus area tersebut. “Melewati angka ini, akan membuat peluang BRMS ke 1.500,” ujarnya.
Sementara untuk BUMI, Michael menyoroti adanya level resistensi penting pada kerangka waktu mingguan yang patut diwaspadai pelaku pasar.
“BUMI akan menyentuh titik krusial di weekly resistance di 500. Waspada akan aksi taking profit di area itu,” kata dia.