AALI
9425
ABBA
288
ABDA
6050
ABMM
2450
ACES
730
ACST
194
ACST-R
0
ADES
6125
ADHI
805
ADMF
8175
ADMG
175
ADRO
3160
AGAR
318
AGII
2200
AGRO
815
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
99
AIMS
262
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1540
AKRA
1185
AKSI
270
ALDO
755
ALKA
300
ALMI
296
ALTO
191
Market Watch
Last updated : 2022/08/15 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.36
-0.62%
-3.33
IHSG
7093.28
-0.51%
-36.00
LQ45
1005.79
-0.62%
-6.25
HSI
20048.41
-0.63%
-127.21
N225
28871.78
1.14%
+324.80
NYSE
15804.38
1.29%
+201.48
Kurs
HKD/IDR 185
USD/IDR 14,685
Emas
843,806 / gram

Akuisisi 6.000 Menara Telkomsel, MTEL Siap Jadi Nextgen Tower Company

MARKET NEWS
Shifa Nurhaliza
Jum'at, 05 Agustus 2022 14:13 WIB
PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL), mengakuisisi 6.000 menara milik Telkomsel senilai Rp9,59 triliun.
Akuisisi 6.000 Menara Telkomsel, MTEL Siap Jadi Nextgen Tower Company. (Foto:MTEL/IDX Channel)
Akuisisi 6.000 Menara Telkomsel, MTEL Siap Jadi Nextgen Tower Company. (Foto:MTEL/IDX Channel)

IDXChannel - PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL), mengakuisisi 6.000 menara milik Telkomsel senilai Rp9,59 triliun. Perseroan akan melakukan penyewaan kembali atas 6.000 menara tersebut kepada Telkomsel dan memenuhi komitmen untuk memesan 1.000 menara BTS dari perseroan.

Saat ini, Mitratel melakukan pengembangan usahanya lebih lanjut menuju Nextgen Tower Company.  

Kesepakatan lainnya juga dilakukan oleh Mitratel seperti penerimaan pesanan pembangunan menara baru sebanyak 1000 menara dari Telkomsel yang ditargetkan dalam 3 tahun ke depan. Selain itu, perjanjian penggunaan internet of think (IOT), layanan green energy dan new ecosystem tower business. 

“Kita juga sudah agree untuk perpanjangan lahan yang dimiliki Telkomsel sebanyak 712. Disamping itu kita juga agree untuk penggunaan IOT sebagai mode of monitiroing dan maintanence operation dari tower tersebut. Ini akan meningkatkan efisiensi karena selama ini dilakukan secara manual,” jelas Hendra Purnama selaku Direktur Investasi PT. Dayamitra Telekomunikasi kepada IDX Channel, Jumat (5/8/2022).

Lewat akuisisi ini, menurut Hendra dapat meningkatkan pendapatan hingga Rp9,6 triliun dalam 10 tahun ke depan. Sedangkan pendapatan perusahaan dapat mencapai Rp41,72 triliun. 

Diketahui jumlah penyewa menara telekomunikasi Mitratel kini sebanyak 6.014 tenant. Menara tersebut tersebar di luar Pulau Jawa yakni sebanyak 57% dan 43% sisanya berada di Pulau Jawa. 

Langkah Mitratel ini menjadikannya sebagai market leader di Asia Tenggara dengan pelanggan terbesarnya, yakni Telkomsel yang juga menjadi market leader di industri seluler.

Akuisisi yang dilakukan oleh Mitratel ini juga berdampak baik bagi sejumlah operator telekomunikasi lainnya, dengan tersebarnya menara di berbagai wilayah di Indonesia

“Karena ini ada di lokasi yang strategis dan highly populated. Maka yang tadinya tidak bisa digunakan oleh operator lainnya, setelah kita akuisisi maka operator lain bisa menjadi co-location atau co-tenant, sehingga mereka bisa menikmati potential market di daerah tersebut,” ujar Hendra.

Pada kesempatan yang sama, Hendra juga menyampaikan bahwa akusisi 6000 menara ini bisa berkontribusi sebesar Rp650 miliar per tahunnya, di luar potensi co-lokasi lainnya. 

Akusisi 600 menara ini sekaligus menambah jumlah menara kepemilikan Mitratel sejumlah 35.000 menara. 

Dengan jumlah tersebut Mitratel menguasai sekitar 37 persen market tower di Indonesia. Sehingga Mitratel kini sukses menjadi pemilik menara telekomunikasi terbesar di Asia Tenggara. 

"Di tahun 2025, Mitratel akan menargetkan jumlah IOT meningkat 100 kali, yakni sampai 500 juta device," pungkas Hendra. 

Sebelumnya, Mitratel dalam kinerjanya mengalami kenaikan bila dibandingkan dengan tahun 2021 yakni Rp3,23 triliun, dan di tahun 2022 ini meningkat menjadi Rp3,73 triliun. (Penulis; Ribka)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD