Alibaba Berencana Gabung, Bisa Kacaukan Upaya Merger Gojek-Grab

Market News
Shifa Nurhaliza
Rabu, 16 September 2020 12:30 WIB
Alibaba Group Holding Ltd, berencana menyuntikkan dana modal sebesar USD3 miliar atau sekitar Rp44 triliun pada Grab.
Alibaba Berencana Gabung, Bisa Kacaukan Upaya Merger Gojek-Grab. (Foto: Ist)

IDXChannel – Terkait merger yang akan dilakukan Gojek dan Grab, Alibaba Group Holding Ltd, berencana menyuntikkan dana modal sebesar USD3 miliar atau sekitar Rp44 triliun pada perusahaan ride-hailing Asia Tenggara, Grab Holdings Inc. Namun pengamat mengatakan bahwa jika kesepakatan terjadi dapat mempersulit upaya merger yang dilaporkan antara Grab dan Gojek.

Dilansir Business Time, pada Selasa (15/9/2020), laporan tentang Alibaba yang ingin berinvestasi di Grab sebelumnya muncul pada 2018. TechCrunch melaporkan bahwa SoftBank yang memiliki saham di Alibaba, mengatakan seberapa besar saham di Grab yang investasi USD3 miliar sebenarnya akan diserahkan ke Alibaba. Beberapa orang menganggap bahwa meskipun Alibaba tidak menguasai Grab, itu masih menguntungkan.

"Bagi Alibaba, ini memberi mereka kesempatan untuk membangun sinergi dengan perusahaan teknologi regional besar tanpa beban mengambil kendali, karena pengalamannya dengan Lazada dan beberapa usaha Ant menunjukkan bahwa mengoperasikan (di Asia Tenggara) tidaklah mudah,” kata Li Jianggan, kepala eksekutif dari venture builder Momentum Works.

Prospek kesepakatan Alibaba-Grab sangat menarik mengingat konsolidasi yang sedang berlangsung di ruang pembayaran Indonesia, kata Li. Ovo yang didukung Grab dilaporkan telah dalam pembicaraan merger dengan Dana, didukung oleh afiliasi Alibaba Ant Financial.

“Potensi merger Ovo-Dana jika dibarengi dengan investasi Alibaba-Grab akan membuat dinamika pembayaran dan jasa keuangan yang menarik di Indonesia,” ucapnya.

Alibaba sedang dalam pembicaraan dengan Grab mengenai investasi sebesar USD3 miliar, yang sebagian dana tersebut akan digunakan untuk mengakuisisi sebagian saham Grab yang dipegang oleh perusahaan pemesanan kendaraan AS Uber Technologies.

Diketahui, Uber memegang 23,2% saham Grab pada akhir 2018, yang diperoleh Uber ketika keluar dari Asia Tenggara. Dri nilai saham yang dimiliki Uber, membuat Grab harus membayar USD2 miliar kepada Uber jika tidak terdaftar di pasar modal pada Maret 2023.

Jika investasi Alibaba berhasil, itu mungkin akan menjadi kesepakatan terbesar raksasa e-commerce China di Asia Tenggara setelah menghabiskan USD4 miliar untuk mengambil kendali atas Lazada yang bermarkas di Singapura. Namun masuknya Alibaba dapat meningkatkan kekhawatiran regulator terkait merger Grab-Gojek.

"Jika merger Grab-Gojek tidak cukup sulit, masuknya Alibaba dan bisnis terkaitnya akan meningkatkan pengawasan regulasi," kata Justin Tang, direktur dan kepala riset Asia di United First Partners.

Dilanjutkan Justin, regulator mungkin harus memberlakukan perbaikan perilaku atau struktural. Karena Alibaba dan pesaing utama teknologi Tencent tidak berinvestasi di perusahaan yang sama, kata Joel Shen, pengacara teknologi di firma hukum global Withers. (*)

Baca Juga