"Saya memohon maaf apabila terdapat hal-hal yang kurang berkenan selama saya bergabung dengan PT Green Power Group Tbk. Saya berharap PT Green Power Group Tbk dapat terus maju dan berkembang ke arah yang lebih baik lagi," katanya.
Keputusan An mundur menyusul kabar pria kelahiran China itu dideportasi ke negara asalnya. Perseroan sebelumnya tak bisa mengontak An terkait kabar itu.
Lu menjelaskan, persoalan imigrasi yang melibatkan An merupakan urusan pribadi dan tidak ada sangkut pautnya dengan kegiatan usaha operasional Green Power.
"Perseroan tidak ikut terlibat dengan kasus yang dihadapi oleh An Shaohong, baik yang ada di dalam negeri maupun dari negara asalnya," ujar Lu.
Menurut dia, tim manajemen saat ini masih mengoperasikan perusahaan secara normal, baik di level induk maupun anak usaha. Seluruh kegiatan usaha yang sedang berjalan dan kewajiban perseroan kepada pelanggan tetap berlangsung tanpa gangguan.