AALI
9725
ABBA
224
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1480
ACST
280
ACST-R
0
ADES
1665
ADHI
1165
ADMF
8075
ADMG
167
ADRO
1185
AGAR
428
AGII
1095
AGRO
910
AGRO-R
0
AGRS
570
AHAP
71
AIMS
494
AIMS-W
0
AISA
274
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
585
AKRA
3240
AKSI
785
ALDO
870
ALKA
242
ALMI
236
ALTO
318
Market Watch
Last updated : 2021/05/07 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
468.07
-0.98%
-4.61
IHSG
5928.31
-0.7%
-41.93
LQ45
880.72
-0.93%
-8.22
HSI
28610.65
-0.09%
-26.81
N225
29357.82
0.09%
+26.45
NYSE
0.00
-100%
-16348.41
Kurs
HKD/IDR 1,838
USD/IDR 14,290
Emas
835,733 / gram

Anak Jokowi Bikin Ulah Pompom Saham Bank Jatim, Kaesang : Hanya Referensi

MARKET NEWS
Fahmi Abidin
Jum'at, 15 Januari 2021 16:15 WIB
Dalam akun sosial media pribadinya, Kaesang “endorse” saham PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM).
Anak Jokowi Bikin Ulah Pompom Saham Bank Jatim, Kaesang : Hanya Referensi. (Foto : MNC Media)

IDXChannel - Putera Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali jadi sorotan setelah memberikan rekomendasi saham atau pompom saham di akun sosial media pribadinya. Emiten yang ia “endorse” sekarang adalah PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM).

Dalam akun Twitter pribadi milik Kaesang Pangarep, diungkapkannya bahwa perusahaan berkode emiten BJTM itu valuasinya masih murah.

"Valuasi BJTM masih sangat rendah. PE ratio hanya 7,5X dengan ROE 13%. Dengan posisi seperti ini plus dividen yang besar setiap tahun, BJTM layak dihargai PE 10X lebih atau minimal PBV 1,5X yaitu diharga 1.000++," cuit Kaesang dalam akun Twitter @kaesangp, Jumat (15/1/2021).

Kaesang terlihat tidak memerhatikan Undang-Undang Pasar Modal No 8 Tahun 1995 untuk tidak memberikan rekomendasi saham atau emiten tertentu kepada publik. Bahkan dengan lantang Kaesang menasbihkan diri sebagai aliran SANGMOLOGY yang menilai BJTM memiliki potensi mencapai harga Rp1.000.

Ditegaskan Kaesang, hal yang ia lakukan tersebut sebagai bentuk dukungan kepada salah satu emiten. "Hanya referensi, bukan perintah untuk jual ato beli," katanya.

Melihat cuplikan wawancara dengan Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI) di Program Market Review IDX Channel, sejatinya jika mengajak dan mengajarkan masyarakat untuk sadar berinvestasi saham di Pasar Modal itu bagus.

“Namun mengajak dan merekomendasikan untuk membeli saham tertentu apalagi hanya menyebutkan kode saham tanpa ada analisa, ini yang tidak benar. Itu bisa mengarah pada pelanggaran manipulasi harga atau juga insider trading,” jelas Hasan.

Hasan juga kembali mengingatkan untuk berhati-hati dengan ketentuan yang ada agar influencer dan selebriti tidak menimbulkan potensi kerugian kepada followersnya. Seperti diketahui, saham berbeda dari barang konsumsi biasa karena apabila membeli saham tentu sudah membeli bisnisnya.

Berdasarkan Undang-undang No.8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal menyebutkan bahwa melarang promosi emiten ke publik ini merupakan bagian dari undang-undang untuk melindungi keperluan dan kepentingan investor. (FAHMI)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD