AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Analis Sebut IHSG dan Bursa Lainnya Kompak Terkoreksi Imbas Sentimen The Fed

MARKET NEWS
Anggie Ariesta
Kamis, 06 Januari 2022 16:39 WIB
IHSG hari ini dominan bergerak di zona merah. Bursa regional Asia juga Wall Street kompak mengalami koreksi pasca rilisnya risalah The Fed.
Bursa regional Asia juga Wall Street kompak mengalami koreksi pasca rilisnya risalah The Fed soal kenaikan suku bunga di 2022.
Bursa regional Asia juga Wall Street kompak mengalami koreksi pasca rilisnya risalah The Fed soal kenaikan suku bunga di 2022.

IDXChannel - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini dominan bergerak di zona merah. Bursa regional Asia juga Wall Street kompak mengalami koreksi pasca rilisnya risalah The Fed soal kenaikan suku bunga di 2022.

Technical Analyst NH Korindo Sekuritas, Dimas Pratama mengatakan, kenaikan suku bunga yang cukup cepat juga menjadi perhatian investor selain rilis The Fed.

"Nah ini juga sempet di sesi I juga terjadi panic selling di market jadi kita mencoba rebound dan berhasil closing di 6.653 dan cuma minus 8-9 poin ya. Jadi boleh dibilang kita masih masa konsolidasi teknikal," ujar Dimas dalam 2nd Session Closing IDX, Kamis (6/1/2022).

Seperti yang kita tahu, IHSG masih dalam rentang 6.590 - 6.680. Menurut Dimas memang saat ini sudah cukup rendah tapi berhasil mempertahankan level 6.650.

"Harapannya sih besok bisa untuk rebound, tapi memang ini hanya kepanikan sesaat karena ada pernyataan dari The Fed yang mempercepat kenaikan suku bunga," katanya.

Kenaikan suku bunga juga akan dibarengi kenaikan tingkat inflasi. Dimas mengatakan, market dan investor Indonesia sudah mulai kuat, domestik bahkan mampu menahan aksi keluar.

"Memang saat ini boleh dibilang kita lebih siap dibandingkan sebelumnya. Kalau kita lihat pergerakannya memang prediksi sampai kuartal I kedepan kita akan terjadi konsolidasi sampai kenaikan yang cukup lebar paling nggak sampai 300 - 400 poin," jelasnya.

Sedangkan arah kebijakan Bank Indonesia di 2022 mungkin diawal masih menahan. Ada indikasi sampai akhir tahun akan menaikkan sekitar 50 basis poin atau 4%.

"Jadi memang ini pun juga kebijakan antisipasi kenaikan suku bunga AS yang kita tau sudah dibicarakan tiga kali. Nah ini sebenernya dampaknya sektor perbankan akan dibuang lebih dulu, mungkin masih ada distribusi saham-saham big caps perbankan sendiri," kata Dimas.

Saham-saham yang bisa jadi pilihan diantaranya:
TLKM 4.030 - 4.200 BUY
AKRA 4.120 - 4.380 BUY
IRRA 2.030 - 2.180 BUY
ASII 5.550 - 5.875 BUY

(NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD