Ia menambahkan, menjaga pertumbuhan penyaluran pinjaman di tengah kondisi ekonomi yang lebih menantang, sembari mempertahankan kualitas aset, bukan merupakan hal yang mudah. Namun, menurutnya, GOTO mampu mencapainya melalui kekuatan ekosistem dan strategi penyaluran pinjaman yang tetap berhati-hati.
"Kami menilai hasil kinerja kuartal kedua 2026 ini kian memperkuat narasi pemulihan GOTO. Pertumbuhan ini didukung penuh oleh profitabilitas yang terus membaik, arus kas bebas yang kini positif, serta peran Fintech yang berhasil menjadi kontributor EBITDA terbesar," kata Christian.
Sejalan dengan perkembangan tersebut, manajemen GOTO juga menaikkan target EBITDA yang disesuaikan dari bisnis fintech untuk sepanjang 2026 menjadi Rp1,7-Rp1,8 triliun. Sebelumnya, perseroan menargetkan EBITDA yang disesuaikan di kisaran Rp1,4-Rp1,5 triliun. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.