Kepala riset komoditas global Standard Chartered Bank Suki Cooper menilai, dikutip Reuters, pasar memang sudah waktunya mengalami koreksi.
Menurut dia, pemicu aksi jual kemungkinan berasal dari kombinasi berbagai faktor, mulai dari pengumuman Ketua The Fed hingga arus makroekonomi yang lebih luas.
Meski terkoreksi tajam, harga emas masih menguat 13,25 persen sepanjang bulan ini, sekaligus mencatatkan kenaikan bulanan keenam secara beruntun.
Namun, dalam sepekan harga emas terkoreksi 1,85 persen.
Prospek Sepekan
Survei Emas Mingguan Kitco News terbaru menunjukkan pandangan Wall Street yang terbelah lebar tanpa konsensus mengenai prospek jangka pendek emas, sementara investor ritel tetap mempertahankan bias mayoritas yang bullish.
“Apakah saya melihat emas akan naik, turun, atau bergerak mendatar pekan ini? Ya,” ujar Analis Pasar Senior di Barchart.com Darin Newsom.