Di tengah penurunan produksi, penjualan komoditas andalan Antam bervariasi. Penjualan emas anjlok 38 persen menjadi 581,3 ribu troy ons. Namun, penjualan perak meningkat 11,7 persen menjadi 106,4 ribu troy ons.
Antam terus mempertahankan produk logam mulia yang berkualitas, tepercaya, dan mudah diakses masyarakat melalui kerja sama dengan mitra domestik. Selain itu, Antam juga terus mengembangkan produk, layanan, dan kanal distribusi untuk memperluas jangkauan pasar dan menjaga daya saing bisnis emas.
Antam juga tengah membangun fasilitas manufaktur logam mulia di kawasan Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur. Saat ini, fasilitas tersebut berada pada fase prapelaksanaan untuk persiapan konstruksi.
Penjualan bijih nikel tergerus 17,4 persen menjadi 6,77 juta wmt, sedangkan penjualan feronikel naik 31,9 persen menjadi 7.605 TNi. Seluruh penjualan bijih nikel diserap pasar domestik, terutama untuk smelter, sedangkan untuk feronikel diekspor ke China, India, dan Korea Selatan.
Pada segmen nikel, Antam telah mencapai sejumlah capaian penting dalam proyek kerja sama pengembangan ekosistem EV Battery bersama Grup CATL. Hal ini mencakup penyelesaian pekerjaan awal, perizinan, dan persiapan pendanaan untuk mendukung penyelesaian fase konstruksi.