AALI
9975
ABBA
288
ABDA
7200
ABMM
1395
ACES
1370
ACST
202
ACST-R
0
ADES
3660
ADHI
890
ADMF
7600
ADMG
197
ADRO
2270
AGAR
350
AGII
1435
AGRO
1510
AGRO-R
0
AGRS
159
AHAP
72
AIMS
406
AIMS-W
0
AISA
177
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1140
AKRA
825
AKSI
795
ALDO
1320
ALKA
384
ALMI
294
ALTO
238
Market Watch
Last updated : 2022/01/14 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
509.74
0.24%
+1.24
IHSG
6693.40
0.53%
+35.05
LQ45
952.95
0.25%
+2.36
HSI
24383.32
-0.19%
-46.45
N225
28124.28
-1.28%
-364.85
NYSE
0.00
-100%
-17166.28
Kurs
HKD/IDR 1,832
USD/IDR 14,293
Emas
840,167 / gram

Antam Raup Laba Bersih Rp1,71 Triliun di Semester I, Meroket 104 Persen

MARKET NEWS
Anggie Ariesta
Sabtu, 13 November 2021 20:51 WIB
PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) meraup laba bersih Rp 1,71 triliun pada akhir periode September 2021, naik 104,65 persen.
Antam Raup Laba Bersih Rp1,71 Triliun di Semester I, Meroket 104 Persen (FOTO: MNC Media)
Antam Raup Laba Bersih Rp1,71 Triliun di Semester I, Meroket 104 Persen (FOTO: MNC Media)

IDXChannel -  PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) meraup laba bersih Rp 1,71 triliun pada akhir periode September 2021, naik 104,65 persen dibandingkan periode yang sama 2020 Rp 835,78 miliar.

"Capaian pertumbuhan kinerja tersebut tidak terlepas dari upaya Antam untuk meningkatkan nilai tambah produk, optimalisasi tingkat produksi dan penjualan serta implementasi strategi pengelolaan biaya yang tepat dan efisien," ungkap Sekretaris Perusahaan ANTM Yulan Kustiyan melalui keterangan resmi, dikutip Sabtu (13/11/2021).

Selain itu, perolehan laba tersebut merupakan hasil dari meningkatnya pendapatan perseroan yang meningkat sebesar 46,78 persen menjadi sebesar Rp 26,48 triliun di akhir September 2021, dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 18,04 triliun.

Peningkatan pendapatan tersebut dihasilkan dari melonjaknya penjualan Antam terutama untuk tambang emas, yang meningkat sebesar 36,10 persen menjadi Rp 17,67 triliun, dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 12,98 triliun.

Selain penjualan emas, penjualan feronikel, bijih nikel, dan alumina perseroan juga tercatat meningkat, masing-masing menjadi sebesar Rp 4,34 triliun, sebesar Rp 3,25 triliun dan sebesar Rp 638,06 miliar.

Sementara penjualan bijih bauksit, perak, batu bara dan logam mulia lainnya tercatat menurun, dengan jumlah berturut-turut sebesar Rp 321,18 miliar, sebesar Rp 90,92 miliar, sebesar Rp 11,75 miliar dan sebesar Rp 526,57 juta.

“Pada 2021, Antam fokus untuk memperkuat basis pelanggan logam mulia di pasar domestik. Hal ini seiring dengan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berinvestasi emas serta pertumbuhan permintaan emas di pasar domestik,” tutup Yulan.

Peningkatan pendapatan Antam juga diikuti dengan kenaikan beban pokok penjualan menjadi sebesar Rp 21,34 triliun dari sebelumnya sebesar Rp 15,13 triliun. Sehingga laba kotor yang dihasilkan adalah sebesar Rp 5,14 triliun.

Setelah dikurangi beban usaha, beban keuangan dan ditambahkan dengan keuntungan selisih kurs dan penghasilan lain-lain, laba sebelum pajak penghasilan Antam tercatat sebesar Rp 2,53 triliun. Setelah dikurangi pajak dan faktor yang lainnya, Antam menghasilkan laba bersih per saham sebesar 71,18.

Jumlah laba bersih per saham ini meningkat sebesar 104,66 persen dibanding periode akhir September 2020 lalu yaitu sebesar Rp 34,78 per saham.

Aset Antam tercatat sebesar Rp 33,3 triliun hingga akhir September 2021, naik 4,95 persen dari periode yang sama 2020 sebesar Rp 31,73 triliun. Total liabilitas Antam tercatat sebesar Rp 12,96 triliun, dan total ekuitasnya sebesar Rp 20,34 triliun. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD