AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Asing Ambil Untung Rp2,59 Triliun dari Bursa, Emiten Big Caps Sentuh ARB

MARKET NEWS
Dinar Fitra Maghiszha
Senin, 09 Mei 2022 17:04 WIB
Sejumlah emiten mengalami badai koreksi sepanjang perdagangan pada hari ini, Senin (9/5/2022).
Asing Ambil Untung Rp2,59 Triliun dari Bursa, Emiten Big Caps Sentuh ARB. (Foto: MNC Media)
Asing Ambil Untung Rp2,59 Triliun dari Bursa, Emiten Big Caps Sentuh ARB. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Sejumlah emiten mengalami badai koreksi sepanjang perdagangan pada hari ini, Senin (9/5/2022). Kondisi ini tak lepas dari aksi investor asing yang ambil untung dari bursa, di mana penjualan bersih aset ekuitasnya mencapai Rp2,59 triliun.

Nilai 'fantastis' tersebut mencakup net sell Rp2,60 triliun di pasar reguler, dan pembelian bersih Rp8,95 miliar di pasar negosiasi. Realisasi tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) jatuh -4,42% hari ini di 6.909,75, sebagaimana tertuang dalam data perdagangan, Senin (9/5/2022).

Dari total transaksi hari ini sebesar Rp24,41 triliun, asing mengeksekusi 45,82% transaksi, sedangkan lainnya adalah investor domestik sebanyak 54,18%.

Di pasar reguler, asing melakukan profit taking sejumlah emiten berkapitalisasi besar alias big caps. Dua terbesar adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp1,4 triliun, dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebanyak Rp687,9 miliar.

Hal itu menjadi salah satu penyebab yang membuat BBCA dan BBRI terpuruk masing-masing -6,46% dan 6,98%. Sejumlah big caps lain jualan asing yang membuat performa sahamnya negatif yakni PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) turun -6,71%, dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) tertekan -6,98%.

Dari sisi pembelian, investor asing mencicil beli sejumlah emiten tambang hingga konsumsi seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).

Berikut adalah 10 saham yang paling banyak diborong asing di pasar reguler (9/5):

1. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) senilai Rp159,8 miliar. ANTM tertekan -2,69% di Rp2.530.

2. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) sebesar Rp100,4 miliar. UNVR menguat 3,08% di Rp4.010.

3. PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) sejumlah Rp30,9 miliar. SMGR turun -4,30% di Rp6.125.

4. PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) sebanyak Rp28,0 miliar. EMTK terpuruk -6,69% di Rp2.790.

5. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) mencapai Rp27,4 miliar. ITMG naik 0,53% di Rp28.550.

Sementara inilah 5 emiten yang paling banyak dilepas asing di pasar reguler:

1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) senilai Rp1,4 triliun. BBCA jatuh -6,46% di Rp7.600.

2. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) sebesar Rp687,9 miliar. BBRI tertekan -6,98% di Rp4.530.

3. PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) sejumlah Rp283,9 miliar. ADRO anjlok -5,39% di Rp3.160.

4. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) sebanyak Rp264,6 miliar. TLKM terkapar -6,71% di Rp4.310.

5. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mencapai Rp109,6 miliar. BMRI terpuruk -6,98% di Rp8.325.

(TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD