AALI
9950
ABBA
304
ABDA
6550
ABMM
1400
ACES
1280
ACST
193
ACST-R
0
ADES
3430
ADHI
830
ADMF
7650
ADMG
182
ADRO
2260
AGAR
362
AGII
1395
AGRO
1245
AGRO-R
0
AGRS
157
AHAP
70
AIMS
362
AIMS-W
0
AISA
175
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1115
AKRA
790
AKSI
705
ALDO
1280
ALKA
300
ALMI
0
ALTO
256
Market Watch
Last updated : 2022/01/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.33
-1.24%
-6.38
IHSG
6664.82
-0.92%
-61.55
LQ45
948.45
-1.18%
-11.32
HSI
24758.92
-0.83%
-206.63
N225
27371.11
-0.55%
-151.15
NYSE
16397.34
-1.6%
-266.43
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,343
Emas
846,663 / gram

Asing Diizinkan Berinvestasi, Dirut Mitratel Sebut Bisnis Menara di Indonesia Kian Menjanjikan

MARKET NEWS
Anggie Ariesta
Senin, 22 November 2021 11:03 WIB
Kondisi tower market atau bisnis menara saat ini sangat positif mengingat kebijakan perusahaan asing boleh berinvestasi.
Bisnis menara telekomunikasi (MPI)
Bisnis menara telekomunikasi (MPI)

IDXChannel - Direktur Utama PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) Theodorus Ardi Hartoko menuturkan, kondisi tower market atau bisnis menara saat ini sangat positif mengingat kebijakan perusahaan asing boleh berinvestasi.

"Pada saat ini kondisi tower market di Indonesia sedang mengalami dinamika yang sangat positif terkait perubahan kebijakan yang memperbolehkan perusahaan asing untuk berinvestasi di perusahaan tower," ujar Theodorus dalam Press Conference IPO MItratel secara virtual di Jakarta, Senin (22/11/2021).

Selain itu perkembangan teknologi 5G akan membuat industri tower semakin bertumbuh akibat kebutuhan afikasi dan ekspansi average layanan mobile di Indonesia.

Dengan demikian, Mitratel resmi melantai di bursa dengan berkode saham MTEL. Theodorus mengatakan bahwa melalui IPO ini diharapkan dapat menumbuhkan awareness investor regional maupun internasional terhadap Mitratel.

"Selain itu kami juga mengajak masyarakat luas menjadi bagian dalam pemerataan transformasi digital Indonesia dengan mendukung Mitratel sebagai solusi pemenuhan akses internet dan transformasi infrastruktur di tanah air," kata Theodorus.

Memang layanan internet menjadi salah satu kebutuhan dasar bagi masyarakat di era digital. Kondisi ini turut mengangkat industri telekomunikasi, termasuk dari sisi penyediaan infrastruktur menara.

Pandemi covid-19 pun tak membuat industri menara telekomunikasi menjadi sepi. Sebaliknya, ekspansi baik secara organik maupun akuisisi tetap ramai.

Bisnis menara telekomunikasi diproyeksi makin moncer seiring dengan mulai tingginya kebutuhan pengadaan infrastruktur pemancar jaringan 5G.

Menara dan tiang-tiang berukuran kecil menjadi kebutuhan dalam pergelaran 5G. Tiang-tiang generasi kelima harus dibuat berdekatan mengingat misi kritis yang dipikul oleh teknologi baru tersebut.

Sekadar catatan, 5G mampu memberikan kecepatan internet dengan latensi di bawah 1 milidetik. Kekuatan itu akan digunakan untuk menggerakan operasional kritis seperti mesin robotik dan lain sebagainya. Kondisi ini diyakini dapat menjadi pemicu pertumbuhan bisnis menara telekomunikasi ke depan. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD