Dalam periode tiga bulan, TINS juga menjadi saham yang paling banyak diburu asing dengan nilai net buy mencapai Rp1,50 triliun.
Penguatan saham dan derasnya akumulasi asing tersebut turut didukung oleh prospek harga timah yang dinilai masih positif.
Dalam riset bertanggal 5 Agustus 2026, analis BCA Sekuritas Hernanda Cahyo mempertahankan rekomendasi beli untuk TINS dengan target harga Rp5.500 per saham.
Dengan harga TINS di Rp3.910, target tersebut mencerminkan potensi kenaikan sekitar 40,7 persen.
Sementara, BRI Danareksa Sekuritas, pada Selasa (18/8), juga mempertahankan rekomendasi beli untuk saham TINS dan menaikkan target harga menjadi Rp4.800 per saham. Target tersebut menggunakan valuasi 8 kali price to earnings (P/E) untuk proyeksi tahun buku 2026, atau sekitar 1 standar deviasi di atas rata-rata valuasi tiga tahun.